Jul
21

PT Surabaya Jasa Medika Gelar Topping Off National Hospital

Posted By: Admin

PT Surabaya Jasa Medika Gelar Topping Off National Hospital

Surabaya (21/7) | PT Surabaya Jasa Medika melaksanakan proses tahapan penutupan atap atau topping off gedung rumah sakit National Hospital, Surabaya. Prosesi pelaksanaan toping off dilaksanakan pada Kamis, 21 Juli 2011 oleh Sinarto Dharmawan, direktur utama PT Surabaya Jasa Medika dan sekaligus direktur utama PT Grand Famili View, serta Rudy Surjanto direktur PT Surabaya Jasa Medika dan juga Direktur PT Istana Mobil Surabaya Indah, serta didampingi jajaran manajemen lainnya.

Sinarto Dharmawan mengatakan bahwa National Hospital dikembangkan oleh PT Surabaya Jasa Medika yang merupakan perusahaan patungan antara PT Grande Famili View, anak usaha PT Intiland Development Tbk dengan PT Istana Mobil Surabaya Indah dengan penyertaan masing-masing 50 persen.

National Hospital dibangun di lokasi yang strategis yakni di kawasan komersial perumahan Graha Famili, Surabaya Barat. Rumah sakit ini merupakan bagian dari pengembangan Megaproyek Festival Walk, sebuah kawasan komersial terpadu di kawasan Graha Famili.

“Pelaksanaan topping off menjadi bukti kepercayaan dan kerja sama yang solid dari masing-masing pihak. Kami memiliki tujuan yang sama untuk menjadikan National Hospital menjadi rumah sakit baru yang modern dan mampu memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Surabaya, khususnya yang tinggal di kawasan Surabaya Barat.” tutur Sinarto.

National Hospital dibangun di lahan seluas 8.530 meter persegi dengan bangunan utama 10 lantai termasuk dua lantai untuk basement serta Annex Building setinggi 5 lantai. Rumah sakit ini memiliki total luas bangunan sekurang-kurangnya mencapai 32.000 meter persegi.

Dari sisi desain bangunan, National Hospital mengedepankan konsep “bangunan hijau” yang ramah lingkungan dan hemat energi. Konsep desain interiornya juga mengacu pada rancangan khusus untuk mempermudah penggunaan dan mengutamakan keselamatan pasien.

Guna mewujudkan konsep tersebut, perseroan menggandeng Prof. Tay Keng Soon dari firma arsitek Akitek Tenggara Singapura dan bekerjasama dengan Forum Architect Singapore sebagai desainer arsitektur. Prof. Tay Keng Soon merupakan arsitek dari KK Hospital, salah satu rumah sakit terkemuka di Singapura.

Sebagai contohnya, untuk ruangan Suite, Super VIP dan VIP, rumah sakit ini menerapkan ambience lighting. Penggunaan teknologi ini akan membuat pencahayaan kamar secara otomatis mengikuti circadian rhythm sesuai waktu biologis manusia. Seluruh lampu pemeriksaan di maker rawat inap didesain sedemikian rupa sehingga tidak membuat pasien menjadi silau.

Keunggulan lainnya adalah penggunaan kabel serat optic untuk komunikasi data, suara, dan gambar dengan kualitas high definition. Melalui pengimplementasian teknologi ini di seluruh bangunan gedung menyebabkan gedung National Hospital dapat dikategorikan sebagai The Smart Building.

Selain ditunjang desain bangunan yang ramah lingkungan, National Hospital juga dilengkapi dengan fasilitas kesehatan terpadu. Rumah sakit ini dilengkapi teknologi peralatan medis yang modern, canggih serta didukung oleh tenaga-tenaga medis yang profesional dan berpengalaman.

Menurut Sinarto, masyarakat kini semakin modern dan memiliki kesadaran kesehatan yang tinggi, sehingga membutuhkan fasilitas kesehatan yang sangat memadai untuk memenuhi kebutuhannya. Tren kebutuhan ini membuat dunia kesehatan dan teknologi kesehatan berkembang dengan pesat.

Sinarto sendiri mengungkapkan kebutuhan masyarakat Surabaya terhadap layanan kesehatan dan rumah sakit dengan fasilitas terpadu dan berkualitas sangat tinggi. Namun sayangnya, ketersediaan akan layanan rumah sakit dengan fasilitas terpadu dan berkualitas relatif sedikit dan jenis layanannya sangat terbatas. Kehadiran National Hospital diharapkan akan menjadi salah satu pusat rujukan rumah sakit untuk wilayah Indonesia Timur.

“Pada kenyataannya, kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan semakin hari semakin komplek dan beragam. Mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan inilah, kami berkomitmen menghadirkan sebuah rumah sakit modern dengan beragam jenis layanan kesehatan yang terintegrasi.” ungkap Sinarto.

Berkaitan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, Rudy Surjanto menjelaskan bahwa National Hospital dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan modern yang terdiri dari fasilitas rawat jalan maupun rawat inap, serta penunjang medis lainnya. Fasilitas rawat jalan sendiri meliputi Emergency Room yang menyediakan 8 tempat tidur, ruang praktek dokter sebanyak 30 kamar, serta layanan Medical Check Up.

National Hospital menyediakan fasilitas rawat inap sebanyak 179 tempat tidur. Para pasien bisa memilih tipe kamar sesuai kebutuhan, seperti Suite Room, Super VIP, VIP, Executive, Kelas 1, Kelas 2, dan Kelas 3, serta Isolation Room

Rudy menambahkan bahwa selain fasilitas kamar rawat inap yang beragam, National Hospital menyediakan pula berbagai jenis ruang perawatan intensif. Ruangan tersebut antara lain Unit Perawatan Intersif atau Intensive Care Unit (ICU), Pediatric Intensive Care Unit (PICU) untuk perawatan khusus anak-anak, neonatal intensive care unit (NICU) untuk peratan bayi baru lahir, hingga high care unit (HCU). National Hospital dilengkapi pula dengan 4 kamar bedah dengan standar tertinggi yang dilengkapi dengan central Sterile Supply Department (CSSD) dan ditambah lagi dengan 2 buah kamar bedah untuk One Day Care dan Endoskopi.

Selain itu National Hospital memiliki laboratorium klinik yang komprehensif, fasilitas radiologi lengkap dengan MRI tesla tinggi, maupun CT Scan Multi 128 Slices, Fluoroskopi, Mammografi. Tersedia pula angiografi untuk kateterisasi jantung dan radiologi intervensi serta Hemodialisa dan Fisioterapi. Serta peralatan penunjang medis dan diagnostik terkini lainnya.

“Dalam segi penerapan teknologi informasi, National Hospital akan menjadi rumah sakit pertama di Indonesia yang menerapkan Medical Decision Support System (MDSS) dengan tujuan keamanan pasien (patient safety). Melalui sistem ini, setiap tenaga medis dibantu dengan piranti lunak panduan untuk menegakkan diagnosa medis sesuai dengan symptom atau gejala yang terjadi pada pasien serta penanganannya. Kami juga menerapkan sistem manajemen informasi rumah sakit melalui penerapkan electronic medical record secara penuh dan terintegrasi dengan Laboratory Information System, serta Radiology Information System.” ungkap Rudy.

Manajemen National Hospital menargetkan pembangunan fasilitas National Hospital memakan waktu sekitar 18 bulan sehingga National Hospital diharapkan bisa beroperasi dan mulai melayani masyarakat pada awal triwulan pertama 2012. ***


Informasi lebih Lanjut hubungi:
Deddy Poerwanto E
Public Relation
National Hospital
P : +62 31 297 5788
F : +62 31 297 5799
E : deddy.effendi@national-hospital.com

Arsip