Pendarahan yang berlangsung terus-menerus selama lebih dari satu bulan tentu menjadi kondisi yang mengganggu dan tidak bisa dianggap sepele. Hal inilah yang dialami oleh pasien National Hospital bernama Jenny Winarto berusia 53 tahun. Beliau akhirnya memutuskan menjalani operasi setelah mengetahui penyebab utama keluhannya.
Awalnya, pasien mengira pendarahan yang dialaminya merupakan tanda-tanda memasuki masa menopause. Karena itu, Ny. Jenny memilih menunggu dan berharap kondisi tersebut akan membaik dengan sendirinya. Namun, seiring berjalannya waktu, pendarahan tidak kunjung berhenti dan justru semakin mengkhawatirkan.
Saat itu, pasien berencana kembali ke Papua. Sebelum keberangkatan, Ny. Jenny Winarto memutuskan untuk memeriksakan diri terlebih dahulu kondisi kesehatannya agar merasa lebih tenang. Rupanya dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan adanya miom yang sudah berukuran besar.
"Saya pendarahannya sudah satu bulan lebih. Awalnya saya pikir mungkin mau menopause, jadi saya biarkan begitu saja. Tapi makin ke sini kok tidak berhenti-berhenti. Ketika diperiksa, ternyata didiagnosis miom saya sudah besar," ungkap Ny. Jenny Winarto.
Menurut penjelasan dokter, kondisi pendarahan yang dialaminya berkaitan dengan adenomiosis, yaitu kondisi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim tumbuh ke dalam dinding otot rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan pendarahan menstruasi yang lebih banyak dan berlangsung lebih lama dari biasanya.
Pasien mengaku pendarahan yang terjadi kali ini jauh lebih banyak dibandingkan yang pernah dialaminya sebelumnya. Setelah berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan terapi yang tersedia, pasien akhirnya memutuskan menjalani tindakan operasi laparoskopi. Operasi pun berjalan lancar sesuai rencana.
Yang membuatnya lebih bersyukur, proses pemulihan berlangsung sangat baik. Ny. Jenny mengaku terkejut saat mengetahui jika dirinya sudah diperbolehkan pulang hanya satu hari setelah tindakan dilakukan. Setelah Tindakan pun, beliau mengaku kondisi sudah sangat baik dan tidak lagi ada pendarahan.
"Puji Tuhan, kemarin pagi operasi sekitar setengah delapan. Siang ini saya sudah bisa pulang. Sampai sekarang tidak terasa apa-apa, sudah baik-baik saja dan tidak ada pendarahan lagi," sambung Ny. Jenny.
Selain merasa puas dengan hasil tindakan medis yang diterimanya, Ny. Jenny Winarto juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan selama menjalani perawatan. "Pelayanannya bagus semua, perawatnya juga baik-baik semua," pungkasnya.
Kini, setelah pendarahan yang mengganggunya selama lebih dari satu bulan berhasil teratasi, pasien dapat kembali beraktivitas dengan lebih nyaman dan tenang. Pengalamannya menjadi pengingat bahwa pendarahan yang berlangsung lama sebaiknya segera diperiksakan agar penyebabnya dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
National Hospital menjadi rumah sakit pertama di Indonesia Timur yang memiliki layanan operasi laparaskopi dengan sebuah system robotic canggih yakni Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System. Sistem tersebut diklaim mampu meningkatkan presisi dan keamanan tindakan bedah secara signifikan.
Robotic surgery juga dapat mengurangi risiko pendarahan dan komplikasi, jaringan sehat lebih terjaga, dan pemulihan pasien lebih cepat. Selain itu, National Hospital pun didukung dengan tim dokter ahli yang akan memastikan proses pemulihan Anda berjalan optimal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan kami mengenai solusi kesehatan terbaik bagi Anda dan keluarga.