Operasi lemak mata menjadi salah satu tindakan medis yang cukup sering dibutuhkan oleh pasien usia lanjut.
Meski istilah ini terdengar sederhana, sebenarnya yang dimaksud adalah pengangkatan jaringan pterygium yaitu pertumbuhan jaringan fibrovascular pada selaput bening mata (konjungtiva) yang bisa meluas hingga ke kornea.
Pada lansia, kondisi ini sering kali menimbulkan gangguan penglihatan, iritasi, hingga rasa tidak nyaman yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, apakah tindakan operasi ini aman untuk dilakukan di usia lanjut?
Lemak mata, atau lebih tepatnya pterygium, bukanlah tumpukan lemak seperti yang dibayangkan banyak orang. Ini adalah jaringan abnormal yang tumbuh akibat paparan sinar UV, debu, angin, dan kondisi mata kering.
Jika tidak segera ditangani, pertumbuhan ini bisa menutupi kornea, menyebabkan penglihatan kabur hingga astigmatisme, dan dalam beberapa kasus bisa berujung pada kebutaan.
Pada lansia, masalah ini sering disertai gejala mata lelah akibat penurunan fungsi penglihatan dan seringnya paparan layar atau cahaya berlebih.
Untuk mengatasi mata lelah, disarankan melakukan istirahat mata secara berkala, menggunakan tetes mata pelembap, memastikan pencahayaan yang memadai, dan melakukan pemeriksaan mata secara rutin.
Jika pterygium tidak membaik dengan pengobatan konservatif seperti obat tetes mata, maka operasi lemak mata menjadi pilihan yang perlu dipertimbangkan, khususnya bila sudah mengganggu penglihatan secara signifikan.
Seiring bertambahnya usia, struktur mata mengalami berbagai perubahan. Elastisitas jaringan menurun, produksi air mata berkurang, dan kondisi seperti mata kering serta iritasi menjadi lebih umum.
Hal ini memperbesar kemungkinan terbentuknya pterygium, terutama pada lansia yang sering beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan mata.
Selain itu, perubahan seperti pengeruhan lensa (katarak) dan penurunan daya fokus mata juga bisa memperburuk kondisi mata lelah yang dirasakan pasien usia lanjut. Kombinasi faktor ini menjadikan evaluasi kondisi mata secara rutin menjadi sangat penting.
Operasi pada pasien lansia tentu memiliki tantangan tersendiri. Adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan pembekuan darah dapat meningkatkan risiko komplikasi selama dan setelah operasi. Proses pemulihan juga cenderung lebih lambat dibandingkan pasien usia muda.
Selain itu, kekambuhan pterygium setelah operasi masih mungkin terjadi. Karena itu, tindakan operasi lemak mata harus diawali dengan pemeriksaan menyeluruh untuk menilai kesiapan medis pasien dan menyesuaikan tindakan dengan kondisi individu secara spesifik.
Tidak semua lansia dapat langsung menjalani operasi lemak mata. Ada beberapa kriteria yang perlu dipenuhi, antara lain:
Evaluasi oleh dokter spesialis mata akan mencakup pemeriksaan kondisi lokal mata serta kesehatan umum pasien untuk memastikan operasi dapat dilakukan dengan aman.
Bagi pasien usia lanjut, operasi lemak mata tetap dapat menjadi solusi efektif asalkan dilakukan dengan pertimbangan medis yang matang. Risiko memang ada, namun dengan perencanaan dan penanganan yang tepat, prosedur ini bisa membantu meningkatkan kualitas penglihatan dan kenyamanan hidup.