Jika tidak ditangani dengan baik, apa itu lordosis dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu aktivitas harian. Kondisi ini sebenarnya adalah kelainan tulang belakang yang membuat lengkungan normal di punggung bawah (lumbar) atau leher menjadi berlebihan.
Lengkungan tulang belakang yang terlalu dalam ini, yang juga sering disebut sebagai swayback, membuat perut tampak menonjol ke depan dan bokong terlihat lebih mundur.
Lordosis merupakan kelainan pada tulang belakang di mana terjadi lengkungan ke depan yang abnormal dan berlebihan. Normalnya, tulang belakang memang memiliki lengkungan alami di leher, punggung atas, dan punggung bawah.
Lengkungan ini berfungsi untuk menyeimbangkan kepala di atas panggul dan membantu tubuh bergerak dengan fleksibel. Namun, pada penderita lordosis, lengkungan ini menjadi terlalu ekstrem, menekan ruas-ruas tulang belakang, dan dapat menimbulkan rasa sakit.
Penyebab kondisi lordosis ini beragam, dan seringkali merupakan kombinasi dari beberapa faktor.
Sikap tubuh yang buruk, baik saat duduk, berdiri, atau ketika mengangkat benda berat, dapat memberi tekanan berlebih pada tulang belakang. Kebiasaan ini lambat laun dapat memicu perubahan pada lengkungan tulang belakang.
Berat badan berlebih, terutama di area perut, akan menarik tulang belakang bagian bawah ke depan. Beban ekstra ini memaksa tulang belakang untuk melengkung lebih dalam demi menjaga keseimbangan, sehingga meningkatkan risiko kelainan tulang belakang.
Cedera akibat benturan keras, jatuh, atau kecelakaan yang menyebabkan patah tulang belakang dapat mengubah struktur dan kelengkungan tulang secara permanen.
Beberapa penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti osteoporosis (pengeroposan tulang), spondilolistesis (pergeseran ruas tulang belakang), dan distrofi otot, juga dapat menjadi pemicu munculnya lordosis.
Mengenali gejala sejak dini penting untuk penanganan yang cepat dan tepat.
Gejala paling jelas adalah munculnya lengkungan berlebihan pada punggung bawah. Jika Anda berbaring telentang di permukaan datar, akan ada celah yang cukup besar antara punggung bawah dan permukaan tempat Anda berbaring.
Tekanan yang berlebihan pada tulang belakang akibat kelengkungan abnormal dapat menyebabkan nyeri punggung, terutama di bagian bawah, dan rasa kaku. Nyeri ini bisa ringan hingga berat.
Pada kasus yang parah, lordosis bisa memengaruhi saraf tulang belakang, yang dapat menyebabkan kesulitan dalam bergerak, mati rasa, kesemutan, bahkan kesulitan mengontrol buang air kecil.
Penanganan lordosis disesuaikan dengan tingkat keparahan dan penyebabnya.
Untuk kasus ringan, terapi fisik dan olahraga teratur menjadi kunci. Latihan yang fokus pada penguatan otot perut, punggung, dan pinggul sangat membantu dalam menopang tulang belakang dan memperbaiki postur tubuh.
Pada anak-anak atau remaja yang masih dalam masa pertumbuhan, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan penyangga atau brace untuk membantu mengoreksi kelengkungan tulang.
Dokter dapat memberikan obat pereda nyeri jika rasa sakitnya mengganggu. Program rehabilitasi juga akan dirancang untuk mengembalikan kekuatan otot dan fungsi gerak.
Tindakan operasi biasanya menjadi pilihan terakhir, hanya jika kelainan lengkungan tulang belakang sudah sangat parah, menimbulkan gejala saraf yang serius, atau tidak membaik dengan pengobatan non-bedah.
Jika Anda sudah mengetahui apa itu lordosis dan menemukan orang terdekat mengalami gejala lordosis yang mengkhawatirkan dan membutuhkan penanganan lebih lanjut, sangat penting untuk berkonsultasi dengan ahlinya.
Kami merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi bersama Spesialis Orthopedi tulang belakang di National Hospital Surabaya.
Dengan dukungan teknologi dan tim dokter yang berpengalaman, National Hospital siap memberikan diagnosis dan rencana perawatan terbaik untuk kesehatan tulang belakang Anda.