Kifosis adalah kondisi medis yang ditandai dengan adanya lengkungan berlebihan pada punggung atas, seringkali membuat postur seseorang tampak sangat bungkuk. Kondisi ini juga dikenal sebagai hunchback.
Meskipun tulang belakang kita memang memiliki lengkungan alami, lengkungan yang melebihi batas normal (biasanya lebih dari 50 derajat) dapat dikategorikan sebagai kelainan.
Memahami penyebab kifosis adalah langkah awal yang penting untuk mencegah dan menangani kondisi ini. Kami telah merangkum penjelasan dari para dokter spesialis ortopedi tentang berbagai faktor yang bisa menyebabkan tulang belakang menjadi bungkuk.
Kifosis bisa terjadi karena berbagai hal, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Berikut beberapa penyebab utama kelainan tulang belakang ini:
Ini adalah salah satu penyebab kifosis yang paling umum, terutama yang disebut kifosis postural.
Kondisi ini biasanya terjadi karena kebiasaan duduk membungkuk, berdiri dengan bahu merosot, atau terlalu sering membawa beban berat di punggung dalam jangka waktu lama.
Postur yang buruk membuat ligamen dan otot di punggung meregang dan menyebabkan kelengkungan tulang belakang menjadi berlebihan.
Beberapa kasus penyebab kifosis sudah terjadi sejak lahir (kifosis kongenital) akibat masalah pada pembentukan tulang belakang saat bayi masih di dalam kandungan.
Selain itu, ada juga kondisi seperti Scheuermann’s Kyphosis yang biasanya muncul pada masa remaja, di mana tulang belakang bagian atas tumbuh tidak normal dan berbentuk seperti pasak, bukan persegi panjang.
Cedera parah pada tulang belakang, seperti patah tulang kompresi akibat jatuh atau kecelakaan, dapat merusak struktur tulang belakang dan menyebabkan tulang runtuh atau berubah bentuk.
Perubahan ini secara langsung bisa memicu terjadinya kelengkungan tulang belakang yang berlebihan.
Seiring bertambahnya usia, risiko seseorang terkena osteoporosis (pengeroposan tulang) meningkat.
Tulang yang keropos menjadi lemah dan rapuh, sehingga rentan mengalami patah tulang kecil atau kompresi pada tulang belakang. Kondisi ini seringkali menjadi penyebab kifosis pada orang lanjut usia.
Infeksi serius pada tulang belakang, seperti TBC tulang, atau adanya tumor (kanker) yang tumbuh di tulang belakang atau menyebar ke sana, dapat merusak struktur tulang secara signifikan.
Kerusakan ini dapat mengubah bentuk tulang belakang dan menghasilkan kelengkungan yang abnormal, atau biasa disebut deformitas tulang belakang.
Proses penuaan alami menyebabkan diskus (bantalan sendi) di antara tulang belakang mengalami degenerasi (penyusutan) dan kehilangan elastisitas.
Ditambah dengan penurunan kekuatan otot-otot pendukung punggung, hal ini dapat berkontribusi pada perubahan postur tubuh yang mengarah pada kifosis.
Selain penyebab langsung, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami kelainan pada kelengkungan tulang belakang atau kifosis:
Seperti yang sudah disebutkan, orang yang usianya semakin bertambah, terutama di atas 60 tahun, memiliki risiko lebih tinggi karena adanya perubahan degeneratif dan osteoporosis.
Asupan vitamin D dan kalsium yang tidak memadai sangat penting untuk menjaga kepadatan dan kekuatan tulang. Kekurangan dua zat gizi ini dapat mempercepat pengeroposan tulang (osteoporosis), yang merupakan faktor risiko utama munculnya kifosis.
Sering mengangkat benda berat dengan teknik yang salah atau melakukan aktivitas yang memberikan tekanan berlebihan dan berulang pada punggung dapat melemahkan struktur tulang belakang dari waktu ke waktu.
Anak-anak dan remaja yang memiliki kebiasaan duduk lama di depan komputer atau bermain gadget dengan posisi membungkuk, sangat berisiko tinggi mengalami kifosis postural. Kebiasaan ini melemahkan otot-otot punggung yang seharusnya menopang tulang belakang.
Penting untuk diingat: Kifosis dapat bervariasi tingkat keparahannya. Jika Anda menyadari postur tubuh Anda atau anggota keluarga mulai membungkuk secara signifikan, atau jika disertai nyeri dan kesulitan bernapas, segera cari bantuan profesional.
Kami sangat merekomendasikan Anda untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Ortopedi. Dokter dapat melakukan partisans fisik, riwayat medis, dan rontgen untuk mendiagnosis penyebab dan tingkat keparahan kelainan ini.
Penanganan yang tepat, seperti fisioterapi, penggunaan penyangga, atau bahkan operasi, akan ditentukan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kifosis yang Anda alami. Jangan tunda untuk mendapatkan penanganan agar kualitas hidup Anda tetap terjaga.
Anda bisa mencari layanan dan informasi lebih lanjut mengenai penanganan kelainan tulang belakang di National Hospital.