Keluhan jantung berdebar sering kali dianggap sepele sebagai respons normal akibat kelelahan, stres, atau konsumsi kafein. Padahal kondisi tersebut bisa menjadi salah satu gejala aritmia, yaitu gangguan irama jantung yang perlu dievaluasi lebih lanjut, terutama jika disertai keluhan lain seperti pusing hingga pingsan.
Dalam acara Health Talk: Jantung Berdebar? Kenali Kapan Harus Waspada!, dokter Spesialis Jantung National Hospital, dr. Gunawan Yoga, Sp.JP, menjelaskan bahwa gejala aritmia berbeda pada setiap orang. Keluhan yang paling umum adalah jantung berdebar (palpitasi), dengan sensasi yang dapat berupa denyut sangat cepat, hentakan keras di dada, hingga denyut yang terasa sampai ke telinga.
"Sebagian besar aritmia bersifat jinak. Namun, sebagian kasus dapat berpotensi berbahaya dan meningkatkan risiko kematian mendadak apabila tidak ditangani," terang dr. Gunawan Yoga.
Menurut beliau, masyarakat sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami jantung berdebar yang disertai gejala lain seperti pusing, keringat dingin, sesak napas, nyeri dada, atau pingsan, terutama bila keluhan tersebut mengganggu aktivitas sehari-hari.
Selain itu, dr. Gunawan juga menganjurkan pemeriksaan bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung, pernah menjalani operasi jantung, maupun memiliki anggota keluarga dengan riwayat kematian jantung mendadak, terutama pada usia muda.
Untuk membantu menegakkan diagnosis, National Hospital menyediakan berbagai pemeriksaan penunjang, seperti Holter ECG yang merekam irama jantung selama 24 hingga 72 jam saat pasien menjalani aktivitas normal sehari-hari. Selain itu, tersedia pula Electrophysiology Study (EP Study) untuk mengevaluasi sistem kelistrikan jantung serta treadmill test yang dapat membantu menilai risiko gangguan irama jantung saat beraktivitas.
"Karena gangguan irama jantung tidak selalu muncul saat pemeriksaan biasa, pemilihan jenis pemeriksaan yang tepat menjadi sangat penting agar penyebab keluhan dapat diketahui secara akurat," jelas dr. Gunawan.
Lebih lanjut, beliau menambahkan bahwa kemajuan teknologi di bidang kardiologi memungkinkan beberapa jenis aritmia dapat ditangani secara efektif termasuk melalui tindakan ablasi pada pasien dengan indikasi tertentu.
Melalui dukungan fasilitas diagnostik yang lengkap serta tim dokter spesialis jantung yang berpengalaman, National Hospital berkomitmen memberikan layanan komprehensif mulai dari skrining, diagnosis, hingga penanganan aritmia. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, risiko komplikasi serius akibat gangguan irama jantung dapat diminimalkan sehingga kualitas hidup pasien tetap terjaga.
Baca selengkapnya di sini:
Aritmia Picu Kematian Mendadak, Kenali Gejala dan Waktu yang Tepat untuk Berobat
Jangan Anggap Sepele Jantung Berdebar, Bisa Jadi Tanda Aritmia Mematikan
Jangan Anggap Sepele Jantung yang Sering Berdebar, Bisa Jadi Tanda Aritmia