Kerutan di bawah mata bisa mulai muncul sejak usia akhir 20-an atau awal 30-an, tergantung pada berbagai faktor. Munculnya kerutan ini memang salah satu tanda awal penuaan, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh hal-hal lain selain usia. Banyak orang ingin menghilangkan kerutan di bawah mata karena berbagai alasan. Seperti, menginginkan penampilan yang lebih muda. Memang, kerutan di bawah mata sering dikaitkan dengan penuaan. Sehingga dengan menguranginya, bisa membuat wajah tampak lebih segar dan muda.
Selain itu, seseorang ingin menghilangkan kerutan di bawah mata demi menaikkan rasa percaya diri. Banyak orang merasa lebih percaya diri ketika kulit mereka tampak halus dan kencang, terutama di area wajah yang sangat terlihat. Tekanan sosial dan budaya juga turut mempengaruhi. Media, iklan, dan standar kecantikan sering menampilkan wajah tanpa kerutan sebagai ideal, sehingga orang terdorong untuk mencapainya.
Kerutan di bawah mata bisa membuat seseorang terlihat lelah atau stres, meskipun sebenarnya tidak. Menghilangkannya bisa memberi kesan wajah yang lebih sehat dan bugar. Tidak sedikit pula orang yang menganggap perawatan kulit seperti menghilangkan kerutan di bawah mata sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan perawatan diri. Penyebab umum kerutan di bawah mata antara lain :
Seiring bertambahnya usia, produksi kolagen dan elastin menurun, membuat kulit kehilangan kekenyalannya.
Sinar UV mempercepat kerusakan kolagen, terutama di area kulit tipis seperti bawah mata.
Tersenyum, menyipitkan mata, dan ekspresi lainnya bisa membuat garis halus terbentuk dan bertahan seiring waktu.
Tidur yang tidak cukup bisa membuat kulit tampak lebih kusam dan mempercepat proses penuaan.
Kulit yang kurang terhidrasi lebih mudah menunjukkan garis halus.
Merokok mempercepat penuaan kulit karena mengurangi aliran darah dan merusak kolagen.
Beberapa orang memang secara genetik lebih rentan terhadap kerutan dini.
Berikut ini saran perawatan dan kebiasaan yang bisa membantu mencegah atau mengurangi kerutan di bawah mata :
1. Gunakan krim mata (eye cream)
Pilih produk dengan bahan aktif berikut : Retinol (meningkatkan produksi kolagen, gunakan dengan hati-hati karena bisa iritasi), Peptida (merangsang elastin dan kolagen), Hyaluronic Acid (melembabkan dan mengenyalkan kulit), Vitamin C (antioksidan yang mencerahkan dan merangsang kolagen). Aplikasikan krim mata yang mengandung bahan-bahan tersebut menggunakan jari manis, jangan digosok.
2. Gunakan tabir surya setiap hari
Pakai SPF minimal 30, meski cuaca mendung. Lindungi area mata (gunakan juga kacamata hitam saat keluar rumah).
3. Cukup tidur (7–9 jam/hari)
Tidur yang cukup membantu regenerasi kulit. Tidur telentang juga mencegah lipatan bantal yang bisa menyebabkan garis halus.
4. Hindari merokok & alkohol berlebihan
Keduanya merusak kolagen dan mempercepat penuaan kulit.
5. Perbanyak hidrasi
Minum cukup air (sekitar 2 liter/hari). Gunakan pelembab wajah yang cocok untuk kulitmu, terutama di malam hari.
6. Konsumsi makanan tinggi antioksidan
Seperti buah beri, sayuran hijau, alpukat, ikan berlemak (omega-3), dan kacang-kacangan.
Gunakan produk krim mata yang cocok berdasarkan jenis kulitmu (kering, berminyak, kombinasi, sensitif, dll.) Kerutan di bawah mata tidak bisa benar-benar hilang sepenuhnya secara alami, terutama jika sudah cukup dalam. Tapi kerutan di bawah mata bisa dikurangi secara signifikan—baik tampilan maupun kedalamannya—dengan perawatan yang tepat. Tingkat efektivitasnya tergantung pada beberapa hal. Yakni jenis kerutan (garis halus vs kerutan dalam),
penyebab utamanya (penuaan, dehidrasi, UV, dll), konsistensi perawatan, usia dan kondisi kulit.
Umumnya, garis halus dan kerutan ringan hampir bisa hilang dengan krim yang mengandung retinol, peptida dan vitamin C. Yang dipadukan hydrating eye cream (menyamarkan karena melembabkan) dan gaya hidup sehat (cukup tidur, hidrasi, tidak merokok). Sementara untuk .jenis kerutan lebih dalam, biasanya tidak hilang sepenuhnya tanpa prosedur klinis, tapi bisa dikurangi dengan pemakaian skincare aktif (retinol, peptida, antioksidan) secara konsisten.
Ada pula opsi medis/dermatologis yang bisa membantu mengurangi atau memperbaiki kerutan di bawah mata, terutama yang sudah dalam atau membandel. Opsinya adalah sebagai berikut :
1. Botox
Cara kerjanya, melumpuhkan otot kecil penyebab kerutan karena ekspresi wajah (seperti menyipitkan mata). Tindakan botox efektif untuk kerutan dinamis (yang muncul saat tersenyum atau berekspresi). Hasilnya bisa tampak dalam 3–7 hari dan mampu bertahan 3–6 bulan. Risiko yang mungkin terjadi pasca tindakan antara lain memar ringan hingga tampilan beku jika overdosis (jarang terjadi apalagi jika dilakukan oleh dokter ahli).
2. Filler (misalnya hyaluronic acid filler)
Cara kerjanya, mengisi volume yang hilang di bawah mata akibat penuaan sehingga membuat kulit lebih halus. Efektif untuk kerutan statis (yang tetap ada meski wajah diam), juga untuk cekungan bawah mata. Hasilnya terbilang instan dengan efek yang mampu bertahan 6–12 bulan. Risiko yang bisa terjadi yakni bengkak, memar, atau asimetri jika tidak dilakukan oleh profesional.
3. Laser resurfacing (misal: fractional CO2, erbium)
Cara kerjanya, mengangkat lapisan atas kulit & merangsang kolagen baru. Efektif untuk kerutan halus sampai sedang dan tekstur kulit tidak rata. Hasilnya bertahap dan perlu beberapa minggu untuk pulih. Risiko kemerahan sementara,sehingga perlu sunscreen ketat pasca perawatan.
4. Microneedling (dengan atau tanpa PRP)
Cara kerjanya dengan menggunakan jarum kecil yang menciptakan luka mikro untuk merangsang regenerasi kulit. Efektif untuk kerutan halus dan memperbaiki tekstur kulit. Butuh 3–6 sesi untuk hasil optimal. Risikonya kemerahan sementara.
5. Chemical peel ringan (di sekitar mata)
Cara kerjanya dengan mengelupas lapisan kulit atas untuk merangsang pertumbuhan kulit baru. Efektif untuk garis halus dan warna kulit kusam. Butuh beberapa kali sesi untuk melihat hasilnya. Tindakan ini aman jika dilakukan oleh dokter dengan risiko mengelupas, kemerahan dan iritasi.
Jika kamu tertarik coba salah satu, pilih dokter kulit atau anda juga bisa mengunjungi National Hospital DAPS untuk berkonsultasi. Idealnya, mulailah dari yang minim risiko (seperti microneedling atau peeling ringan), lalu bisa lanjut ke opsi lebih kuat bila perlu. Jenis prosedur untuk menghilangkan kerutan di bawah mata pun mesti dipilih secara bijaksana. Dan yang paling cocok dengan kondisi kulit serta budget.