Bertemu Menkes, CEO National Hospital Sampaikan Optimisme Industri Health Care Indonesia Lebih Bagus Dibandingkan Luar Negeri

CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan industri health care Indonesia saat bertemu Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, dalam rangkaian CNBC Indonesia Health Summit 2026, Kamis (8/10). Forum tersebut membahas berbagai perkembangan dan tantangan sektor kesehatan Indonesia, termasuk kebijakan kesehatan, inovasi farmasi dan alat kesehatan, serta penguatan ketahanan kesehatan nasional.

Ang Hoey Tiong menilai Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang sangat besar di sektor kesehatan. Perkembangan teknologi medis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta penguatan fasilitas dan layanan rumah sakit menjadi modal penting bagi Indonesia untuk membangun industri health care yang semakin kompetitif di tingkat global.

"Indonesia memiliki potensi yang sangat besar. Dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, teknologi, dan fasilitas kesehatan, saya optimistis layanan kesehatan Indonesia ke depan bisa semakin baik, bahkan mampu bersaing dengan layanan kesehatan di luar negeri," ujar Ang Hoey Tiong.

Optimisme tersebut juga tercermin dari perkembangan layanan kesehatan yang telah dilakukan National Hospital. Rumah sakit ini terus memperkuat fasilitas dan teknologi medis, di antaranya melalui CT Scan, MRI 3 Tesla (3T) yang menjadi salah satu yang pertama di Asia Tenggara, serta Biplane Cath Lab untuk mendukung layanan diagnostik dan intervensi medis.

Komitmen tersebut turut mendapat pengakuan di tingkat Asia Pasifik. National Hospital meraih penghargaan Global Health Asia-Pacific 2025 sebagai Hospital of the Year, yang menjadi salah satu bentuk pengakuan terhadap kualitas dan perkembangan layanan kesehatan yang dihadirkan.

Optimisme tersebut sejalan dengan pandangan Menkes Budi Gunadi Sadikin mengenai besarnya ruang pertumbuhan sektor kesehatan Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Budi menyebut belanja kesehatan Indonesia saat ini sekitar US$140 per kapita per tahun, masih di bawah Malaysia yang mencapai sekitar US$430 per kapita per tahun.

"Kalau dalam 5 tahun ke depan kita bisa naik (belanja kesehatan per kapita) seperti Malaysia. Kita akan belanjanya di level itu, 2-3 kali lipat dari sekarang," terang Budi Gunadi Sadikin.

Menurut Budi, besarnya ruang pertumbuhan tersebut bukan hanya berpotensi meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menjadi penggerak perekonomian nasional. "Jadi ini adalah potensi yang besar, yang bisa ditranslasikan menjadi pertumbuhan ekonomi negara ini," sambung Budi.

Ang Hoey Tiong melihat besarnya peluang tersebut sebagai momentum bagi industri kesehatan nasional untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan masyarakat.

"Kalau health care Indonesia bisa melaju kencang, dampaknya bukan hanya pada peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan industri kesehatan nasional. Kami optimistis Indonesia mampu membangun layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan kompetitif," pungkas Ang Hoey Tiong.

Melalui kolaborasi pemerintah, rumah sakit, tenaga kesehatan, industri farmasi dan alat kesehatan, serta pemangku kepentingan lainnya, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperkuat ekosistem kesehatan nasional sekaligus meningkatkan daya saing layanan kesehatan di tingkat regional.


Baca artikel selengkapnya di sini:

CEO National Hospital Optimisme Industri Health Care Indonesia Lebih Bagus Dibandingkan Luar Negeri

Industri Kesehatan RI Punya Ruang Tumbuh Besar, Optimistis Bisa Saingi Luar Negeri