Menjaga kesehatan jantung merupakan langkah penting agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari risiko penyakit serius. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah cara memeriksa kesehatan jantung secara mandiri maupun melalui pemeriksaan medis.
Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, Anda dapat mendeteksi gejala awal penyakit jantung dan mengambil tindakan yang tepat sebelum kondisinya semakin parah.
Artikel ini akan membahas pentingnya memeriksa kesehatan jantung, cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah, hingga pemeriksaan medis yang direkomendasikan.
Jantung adalah organ vital utama dalam sistem kardiovaskular. Fungsinya sangat penting, yaitu memompa darah ke seluruh tubuh sekaligus mengembalikannya ke paru-paru untuk pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
Jika fungsi jantung terganggu, suplai darah ke organ lain juga terhambat sehingga mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Oleh karena itu, upaya menjaga kesehatan jantung sama dengan menjaga kualitas hidup.
Di Indonesia, penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab kematian utama. Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi penyakit jantung koroner mencapai sekitar 1,5%.
Beberapa faktor risiko dianggap berhubungan erat dengan penyakit jantung meliputi kebiasaan merokok, memiliki tekanan darah tinggi ataupun kencing manis, kadar kolesterol berlebih, kegemukan, serta pola hidup yang tidak sehat dan malas berolahraga. Orang yang memiliki faktor resiko tersebut menunjukkan bahwa penyakit jantung perlu diwaspadai sejak dini dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Salah satu cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung secara mandiri adalah dengan memeriksa denyut nadi. Caranya, tempelkan ujung jari telunjuk dan jari tengah pada pergelangan tangan atau leher.
Hitung jumlah denyut selama 15 detik, lalu kalikan dengan 4 untuk mengetahui laju denyut jantung per menit. Idealnya, laju denyut jantung orang dewasa berkisar 60-100 kali per menit saat istirahat. Jika jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak teratur, sebaiknya lakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain pemeriksaan mandiri, Anda dapat memanfaatkan layanan cek jantung di rumah sakit atau klinik. Layanan ini biasanya mencakup pengukuran tekanan darah beserta laju denyut jantung, pemeriksaan rekam jantung (EKG), USG jantung (echocardiogram), exercise stress test, CT scan jantung, kateterisasi jantung, bahkan hingga melakukan pemeriksaan MRI jantung yang masih jarang tersedia di Indonesia.
Pemeriksaan ini tidak hanya membantu mendeteksi dini penyakit jantung, tetapi juga berguna untuk pemantauan kondisi bagi Anda yang memiliki faktor risiko seperti yang sudah disebutkan diatas.
Jika pemeriksaan kesehatan jantung secara mandiri menunjukkan adanya kelainan, atau jika Anda memiliki faktor risiko untuk menderita penyakit jantung maupun riwayat keluarga dengan penyakit jantung, maka pemeriksaan medis lebih lanjut sangat dianjurkan. Beberapa metode yang umum digunakan adalah:
EKG adalah alat untuk merekam aktivitas listrik jantung menggunakan elektroda yang ditempelkan di kulit. Pemeriksaan ini efektif untuk mendeteksi gangguan irama jantung, tanda-tanda serangan jantung, hingga kelainan jantung lainnya. Prosedurnya cepat, aman, dan tidak menimbulkan rasa sakit.
Echocardiogram menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar struktur jantung dan dapat juga menilai fungsi jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan kondisi katup jantung, kelainan bawaan, serta aliran darah di jantung. Hasilnya membantu dokter menentukan diagnosis dan langkah penanganan yang tepat.
Tes darah diperlukan untuk mengetahui kadar kolesterol, gula darah, serta penanda lain yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung.
Selain itu, ada cardiac stress test seperti treadmill test maupun dobutamine stress echo adalah pemeriksaan yang mengevaluasi kerja jantung saat jantung terpacu. Tes ini dapat mengungkap masalah jantung seolah tidak terlihat pada saat jantung dalam kondisi istirahat.
Selain untuk menilai penyumbatan pada pembuluh darah koroner dengan sangat akurat, penilaian kadar kalsium/ plak kalsium pada pembuluh koroner jantung juga merupakan pemeriksaan yang mampu menilai risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung koroner dengan sangat akurat.
Apalagi dengan mesin CT scan Somatome Force 1152 slice dual source terbaru yang dimiliki RS National Hospital pemeriksaan CT pembuluh darah jantung dapat dilakukan dengan lebih mudah, tanpa persiapan khusus untuk mengontrol denyut jantung pasien, dengan dosis radiasi yang lebih rendah dan resolusi yang sangat baik.
Pemeriksaan yang terbilang masih jarang tersedia di Indonesia ini dapat digunakan untuk menilai ukuran dan bentuk ruang jantung dengan lebih detail, kelainan otot jantung serta menilai fungsi jantung dan mendeteksi jaringan parut atau progresifitas kerusakan jantung membuat diagnosis lebih akurat sehingga tatalaksana dan pengobatan untuk pasien dengan penyakit jantung dapat dilakukan dengan lebih tepat.
Pada pasien dengan penyumbatan di pembuluh darah jantung baik sederhana maupun kompleks, serta kasus kegawatdaruratan seperti serangan jantung semuanya dapat didiagnosis secara akurat sekaligus ditangani secara non invasif (non bedah) dengan prosedur kateterisasi jantung. Baik pemasangan ring secara sederhana, pemeriksaan kompleks menggunakan IVUS maupun alat bor pembuluh darah dapat dilakukan secara komprehensif di laboratorium kateterisasi jantung di National Hospital.
Melakukan pemeriksaan kesehatan jantung secara rutin adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan.
Mulai dari pemeriksaan mandiri seperti menghitung detak nadi, hingga pemeriksaan medis lengkap seperti EKG, echocardiogram, tes darah, cardiac stress test, CT scan, MRI hingga tindakan kateterisasi jantung, semua bisa membantu untuk mendeteksi dini dan menangani penyakit jantung.
Untuk hasil yang lebih akurat dan menyeluruh, Anda dapat melakukan pemeriksaan di National Hospital. Rumah sakit ini menyediakan layanan cek kesehatan jantung yang komprehensif dengan dukungan tim medis ahli dan teknologi modern.
Dengan pemeriksaan rutin di National Hospital, Anda dapat mendeteksi risiko sejak dini, mendapatkan penanganan yang tepat, dan menjaga kesehatan jantung agar tetap optimal.