Carpal Tunnel Syndrome adalah kondisi umum yang menyebabkan rasa sakit, mati rasa, dan kesemutan di tangan dan lengan. Kondisi ini terjadi ketika salah satu saraf utama di tangan Anda tertekan atau terjepit di pergelangan tangan.
Memahami carpal tunnel syndrome adalah langkah awal yang penting untuk mengenali gejala dan melakukan pencegahan. Kondisi ini seringkali berkembang secara bertahap, dan jika tidak ditangani, dapat menyebabkan masalah yang lebih serius pada fungsi tangan Anda.
Terowongan karpal (carpal tunnel) adalah lorong sempit yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen di sisi telapak tangan pergelangan tangan Anda.
Saraf median, yang mengontrol pergerakan dan sensasi pada sebagian besar jari Anda (kecuali kelingking), melewati lorong ini.
Carpal tunnel syndrome adalah nama yang diberikan untuk kondisi ketika lorong sempit ini menyempit atau jaringan di sekitarnya membengkak, menyebabkan saraf median tertekan.
Gejala CTS biasanya dimulai secara bertahap. Berikut adalah tanda-tanda yang paling umum:
Anda mungkin merasakan sensasi seperti tertusuk jarum atau mati rasa pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, atau setengah jari manis. Sensasi ini seringkali terasa saat Anda bangun tidur di pagi hari.
Rasa sakit bisa menjalar dari pergelangan tangan hingga ke lengan. Sensasi seperti terbakar atau nyeri yang tumpul sering dilaporkan, terutama setelah melakukan aktivitas berulang.
Seiring waktu, tekanan pada saraf dapat menyebabkan otot-otot di tangan melemah, khususnya di pangkal ibu jari. Ini membuat Anda kesulitan menggenggam benda kecil, menjatuhkan barang, atau melakukan tugas-tugas yang membutuhkan ketangkasan.
Jika Anda mengalami gejala-gejala di atas yang berkepanjangan, kami sangat merekomendasikan untuk segera berkonsultasi dengan spesialis saraf atau spesialis ortopedi untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Tekanan pada saraf median adalah akar masalahnya. Penyebab utamanya meliputi:
Gerakan tangan yang berulang dan berkepanjangan, seperti mengetik, menggunakan alat berat yang bergetar, atau menjahit, dapat memicu peradangan dan pembengkakan.
Kondisi medis yang menyebabkan peradangan, seperti rheumatoid arthritis, dapat memengaruhi jaringan di sekitar terowongan karpal.
Patah tulang atau dislokasi pada pergelangan tangan dapat mengubah ruang di terowongan karpal, menyebabkan kompresi pada saraf.
Diabetes, gangguan tiroid, obesitas, dan kehamilan karena retensi cairan juga diketahui dapat meningkatkan risiko terkena carpal tunnel syndrome.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang berkaitan erat dengan cara kita menggunakan tangan, penyesuaian gaya hidup sangat efektif untuk pencegahan.
Pastikan pergelangan tangan Anda berada dalam posisi netral, tidak menekuk ke atas atau ke bawah, saat mengetik. Gunakan sandaran pergelangan tangan jika perlu.
Ambil jeda singkat setiap 30-60 menit untuk merilekskan tangan Anda jika Anda melakukan pekerjaan yang berulang.
Lakukan peregangan ringan secara teratur. Misalnya, tekuk pergelangan tangan ke depan dan ke belakang secara perlahan untuk membantu menjaga kelenturan.
Carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang dapat mengganggu kualitas hidup dan pekerjaan Anda. Mengidentifikasi gejala awal dan mengambil tindakan pencegahan adalah kunci untuk menjaga kesehatan tangan.
Jika Anda membutuhkan penanganan medis spesialis untuk masalah pergelangan tangan, Anda dapat mempertimbangkan fasilitas dan layanan yang ditawarkan oleh National Hospital.