Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di Indonesia. Deteksi dini sangat penting agar penanganan dapat dilakukan sesegera mungkin untuk meminimalkan dampak serius.
Salah satu teknologi medis yang terbukti efektif untuk mendeteksi gangguan pembuluh darah otak adalah Digital Subtraction Angiography. DSA adalah teknik pencitraan yang memberikan gambaran rinci mengenai kondisi pembuluh darah otak dan menjadi standar emas dalam mendiagnosis berbagai kelainan serebrovaskular, termasuk penyebab utama stroke.
Pemeriksaan DSA kini tersedia di berbagai rumah sakit, termasuk RS National Hospital Surabaya dengan fasilitas lengkap dan tim medis profesional.
Teknologi ini memberikan keakuratan tinggi dalam mendeteksi potensi stroke, aneurisma, maupun malformasi pembuluh darah lainnya, menjadikannya pilihan unggulan untuk deteksi dini dan terapi yang tepat.
Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah teknik pencitraan yang menggunakan sinar-X dan sistem komputer untuk memperjelas gambar pembuluh darah otak dengan menghilangkan struktur tulang atau jaringan lain secara digital.
Hasil gambarnya sangat detail dan tajam, sehingga dokter dapat mengidentifikasi kelainan pembuluh darah dengan akurasi tinggi.
DSA kerap digunakan untuk menilai kondisi seperti aneurisma, stenosis (penyempitan pembuluh darah), malformasi arteri vena (AVM), serta vaskularisasi tumor otak.
Karena tingkat keakuratannya, DSA adalah metode pilihan utama dalam evaluasi serebrovaskular dan telah lama dianggap sebagai standar emas dalam dunia medis.
Prosedur DSA tergolong invasif minimal. Pemeriksaan dimulai dengan memasukkan kateter kecil ke dalam pembuluh darah, biasanya melalui area lipatan paha (arteri femoralis).
Kateter diarahkan ke pembuluh darah otak, kemudian disuntikkan zat kontras agar pembuluh darah terlihat jelas di layar monitor sinar-X.
Pasien akan diberikan pembiusan lokal dan tetap sadar selama prosedur. Sebelum pelaksanaan, diperlukan pemeriksaan fungsi ginjal, gula darah, serta darah lengkap untuk memastikan kondisi pasien.
Pasien juga diminta berpuasa selama 4 jam sebelumnya. Prosedur ini berlangsung sekitar 40 menit di ruang khusus bernama cath lab, dengan pengawasan ketat dari tim medis selama pemeriksaan berlangsung.
Pemeriksaan DSA direkomendasikan bagi pasien yang diduga mengalami gangguan pembuluh darah otak, seperti:
Selain sebagai alat diagnostik, DSA juga sering digunakan untuk tindakan terapi. Dengan bantuan kateter, dokter dapat langsung memberikan obat atau memasang alat ke dalam pembuluh darah yang bermasalah.
Namun, pasien dengan gangguan fungsi ginjal atau alergi terhadap zat kontras beryodium sebaiknya tidak menjalani DSA, dan perlu berkonsultasi lebih lanjut untuk alternatif pemeriksaan lainnya.
DSA memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih unggul dibandingkan metode pencitraan lain seperti CT-Angiografi atau MR-Angiografi, antara lain:
Layanan DSA Tersedia di National Hospital Surabaya
Bagi Anda yang membutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pembuluh darah otak, layanan DSA tersedia di RS National Hospital. Rumah sakit ini telah dilengkapi dengan peralatan angiografi modern dan cath lab standar internasional. Tim medis yang berpengalaman di bidang neurointervensi siap memberikan pelayanan diagnostik dan terapi dengan aman dan nyaman.
Deteksi dini stroke adalah langkah penting untuk mencegah dampak jangka panjang yang serius.
DSA adalah solusi unggulan yang menawarkan keakuratan tinggi, keamanan, dan efektivitas dalam mendiagnosis serta menangani gangguan pembuluh darah otak. Pemeriksaan ini sangat direkomendasikan bagi pasien dengan risiko stroke atau gangguan serebrovaskular lainnya.
Untuk layanan DSA yang aman dan terpercaya, National Hospital menjadi pilihan rumah sakit yang tepat, dengan fasilitas lengkap serta tim spesialis yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus neurovaskular.