Epilepsi Adalah Gangguan Kejang: Bagaimana Cara Mengobatinya?

Tahukah Anda bahwa kejang berulang tanpa sebab yang jelas bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan serius?

Kondisi ini dikenal sebagai epilepsi adalah gangguan kronis pada sistem saraf otak yang ditandai dengan kejang berulang (setidaknya dua kali). Kejang terjadi karena adanya lonjakan aktivitas listrik yang tidak normal di otak.

Gangguan ini bisa menyerang siapa saja, dari anak-anak hingga orang dewasa, dan memerlukan penanganan yang tepat agar kualitas hidup penderitanya tetap terjaga.

Apa Itu Epilepsi?

Epilepsi adalah suatu kondisi neurologis yang menyebabkan seseorang mengalami kejang secara spontan dan berulang. Otak kita bekerja dengan mengirimkan sinyal listrik dan kimia.

Pada penderita epilepsi, terkadang terjadi "hubungan pendek" listrik di otak yang menyebabkan aktivitas listrik berlebihan dan tidak teratur. Inilah yang kita lihat sebagai kejang.

Kejang dapat bervariasi, mulai dari tatapan kosong yang singkat hingga kejang yang membuat seluruh tubuh bergetar dan kehilangan kesadaran.

Bagaimana Gejala Epilepsi?

Gejala utama dari kondisi ini tentu saja adalah kejang berulang. Namun, jenis kejangnya sangat beragam. Beberapa gejala yang mungkin dialami penderita saat kejang meliputi:

  1. Kejang Umum: Kejang yang melibatkan kedua sisi otak. Ini termasuk kejang tonik-klonik (dulu disebut kejang grand mal) yang menyebabkan tubuh kaku, otot berkedut, dan hilangnya kesadaran. Ada juga kejang absence (dulu petit mal) yang ditandai dengan tatapan kosong singkat, seperti melamun.
  2. Kejang Lokal (Fokal): Kejang yang hanya terjadi pada satu area otak. Gejalanya bisa berupa kedutan pada satu anggota tubuh, perubahan indra perasa atau penciuman, gerakan berulang yang tidak disengaja seperti mengecap bibir, atau sensasi aneh.

Setelah kejang, seseorang mungkin merasa bingung, mengantuk, atau sakit kepala.

Penyebab dan Faktor Risiko Epilepsi

Seringkali, penyebab pasti dari epilepsi tidak diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko dan kondisi yang dapat memicu atau berkontribusi pada perkembangan kondisi ini:

Lumpuh Otak (cerebral palsy)

Kondisi neurologis ini dapat merusak otak dan meningkatkan risiko terjadinya kejang.

Cedera Kepala atau Infeksi Otak

Cedera kepala berat, seperti akibat kecelakaan, atau infeksi seperti meningitis dan ensefalitis, dapat meninggalkan jaringan parut di otak yang memicu aktivitas listrik abnormal.

Kondisi Medis Tertentu

Stroke, tumor otak, dan penyakit Alzheimer juga dapat menjadi pemicu kejang pada orang dewasa. Selain itu, faktor genetik juga berperan pada beberapa kasus epilepsi.

Bagaimana Cara Mengobati Epilepsi?

Tujuan utama pengobatan epilepsi adalah mengendalikan kejang sepenuhnya tanpa menimbulkan efek samping yang tidak dapat ditoleransi, sehingga penderita dapat menjalani hidup senormal mungkin.

Obat Antikejang (Antiepileptik)

Ini adalah lini pertama pengobatan. Obat-obatan ini bekerja untuk menstabilkan aktivitas listrik di otak dan mencegah kejang. Dokter akan memilih jenis obat yang paling sesuai berdasarkan jenis kejang dan kondisi pasien.

Terapi stimulasi saraf vagus (Vagus Nerve Stimulation)

Alat seperti alat pacu jantung ditanamkan untuk mengirimkan impuls listrik ke saraf vagus, yang terhubung ke otak, untuk mengurangi frekuensi kejang.

Deep brain stimulation

Prosedur ini melibatkan penanaman elektroda di area otak tertentu untuk mengatur aktivitas listrik abnormal.

Neurostimulasi responsif

Alat ditanamkan di otak untuk mendeteksi aktivitas listrik yang tidak normal dan secara otomatis memberikan stimulasi listrik untuk menghentikannya sebelum kejang terjadi.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Spesialis Bedah Saraf?

Pengobatan utama epilepsi adalah dengan obat-obatan. Namun, jika kejang tidak terkontrol meskipun sudah mencoba dua atau lebih obat antikejang yang berbeda, atau jika kejang disebabkan oleh lesi otak yang teridentifikasi mungkin saatnya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf.

Mereka dapat mengevaluasi apakah Anda adalah kandidat yang baik untuk terapi bedah, seperti reseksi atau prosedur stimulasi saraf.

Dengan penanganan yang tepat, banyak penderita kondisi ini dapat menjalani kehidupan yang produktif dan aktif. Kami merekomendasikan Anda untuk mencari informasi dan penanganan lebih lanjut mengenai kondisi kejang yang sulit dikendalikan.

Anda bisa menemukan layanan unggulan bedah saraf untuk kasus epilepsi resisten di National Hospital.

Tim Dokter - Epilepsi Adalah Gangguan Kejang: Bagaimana Cara Mengobatinya?