Pernahkah Anda melihat bercak merah tebal dengan sisik keperakan di kulit? Kondisi ini dikenal sebagai psoriasis. Banyak orang yang menganggapnya hanya masalah kulit biasa, padahal ini adalah penyakit autoimun kronis yang bisa mengganggu kualitas hidup.
Memahami penyebab psoriasis sangat penting agar penanganannya bisa dilakukan secara tepat oleh spesialis kulit. Jika Anda atau kerabat Anda mengalami gejala ini, artikel ini akan membantu Anda memahami lebih dalam mengenai kondisi ini.
Psoriasis adalah penyakit kulit jangka panjang di mana siklus hidup sel kulit menjadi sangat cepat.
Pada kulit normal, sel kulit tumbuh jauh di bawah permukaan dan perlahan naik ke atas, kemudian luruh dan biasanya proses ini memakan waktu sekitar satu bulan. Namun, pada penderita psoriasis, proses ini hanya memakan waktu beberapa hari.
Akibatnya, terjadi penumpukan sel kulit yang cepat, membentuk bercak tebal, bersisik, kering, dan terkadang terasa gatal atau sakit.
Psoriasis bukan hanya sekadar masalah kulit, tapi adalah kondisi autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melawan kuman malah menyerang sel-sel sehat tubuh sendiri.
Dalam hal ini, sel kekebalan tubuh (terutama sel T) menjadi terlalu aktif dan memicu peradangan serta produksi sel kulit yang berlebihan.
Meskipun mekanisme utamanya adalah autoimun, pemicu atau faktor penyebab psoriasis yang sebenarnya sangat beragam. Psoriasis seringkali dipicu oleh kombinasi dari beberapa faktor, baik dari dalam tubuh maupun lingkungan luar.
Salah satu faktor utama yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah genetik. Psoriasis seringkali terjadi dalam keluarga. Jika salah satu orang tua Anda menderita psoriasis, risiko Anda untuk mengalaminya juga meningkat.
Ada beberapa gen spesifik yang diyakini berperan dalam meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit ini.
Stres fisik maupun emosional yang berlebihan dapat menjadi pemicu kuat munculnya atau memburuknya gejala psoriasis. Saat tubuh mengalami stres, ia melepaskan hormon yang dapat memicu respons peradangan di dalam tubuh, termasuk di kulit.
Fenomena Koebner adalah kondisi di mana bercak psoriasis baru muncul di area kulit yang sebelumnya mengalami luka atau trauma.
Ini bisa berupa goresan, gigitan serangga, sengatan matahari yang parah, atau bahkan tato. Cedera pada kulit ini dapat memicu respons kekebalan yang berujung pada timbulnya lesi psoriasis.
Infeksi, terutama infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus seperti radang tenggorokan, seringkali menjadi pemicu timbulnya jenis psoriasis tertentu, yaitu psoriasis gutata. Infeksi memicu sistem kekebalan tubuh, dan pada orang yang rentan, hal ini dapat mengaktifkan psoriasis.
Beberapa jenis obat telah diketahui dapat memicu atau memperburuk gejala psoriasis pada sebagian orang. Contohnya termasuk obat tekanan darah tertentu (beta-blockers), obat antimalaria, dan litium.
Sama seperti banyak kondisi kulit lainnya, cuaca yang kering dan dingin cenderung membuat kulit lebih kering dan rentan, yang dapat memicu munculnya gejala atau membuat kondisi psoriasis semakin parah.
Kebiasaan Merokok dan Konsumsi Alkohol
Gaya hidup juga menjadi faktor penyebab psoriasis yang tidak boleh diabaikan. Merokok tidak hanya buruk untuk paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko terkena psoriasis dan memperburuk gejalanya. Konsumsi alkohol berlebihan juga memiliki efek serupa karena dapat memicu peradangan.
Paparan terhadap zat-zat tertentu di lingkungan, seperti pewarna, wewangian, atau bahan kimia keras, terkadang dapat bertindak sebagai iritan yang memicu respons kekebalan dan akhirnya memperburuk psoriasis.
Psoriasis adalah kondisi yang kompleks dengan banyak kemungkinan pemicu. Karena ada banyak faktor penyebab psoriasis, penanganan yang tepat memerlukan diagnosis yang akurat.
Jika Anda mengalami gejala yang mengarah ke psoriasis, sangat penting bagi Anda untuk berkonsultasi langsung dengan spesialis kulit. Untuk penanganan yang komprehensif, Anda dapat mempertimbangkan fasilitas seperti National Hospital.