Belakangan ini, Hantavirus kembali menjadi perhatian setelah muncul sejumlah laporan kasus infeksi yang menyebabkan penyakit berat hingga kematian. Meskipun tergolong penyakit yang jarang terjadi, Hantavirus dapat menimbulkan komplikasi serius sehingga penting untuk memahami cara penularan, gejala, serta langkah pencegahannya.
Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami dibawa oleh berbagai jenis hewan pengerat, seperti tikus dan mencit. Virus ini termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.
Nama Hantavirus berasal dari Sungai Hantaan di Korea Selatan, tempat virus ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1970-an. Saat ini, berbagai jenis Hantavirus telah ditemukan di Asia, Eropa, Amerika, dan beberapa wilayah lainnya.
Pada manusia, infeksi Hantavirus dapat menyebabkan dua sindrom utama, yaitu:
Penyakit yang terutama menyerang paru-paru dan sistem kardiovaskular. Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah Amerika dan dapat berkembang dengan cepat menjadi gangguan pernapasan berat.
Penyakit yang lebih sering ditemukan di Asia dan Eropa, ditandai dengan demam, gangguan pembuluh darah, serta kerusakan fungsi ginjal.
HCPS merupakan bentuk penyakit yang paling berat dengan angka kematian yang dilaporkan dapat mencapai 30–50% pada beberapa jenis Hantavirus. Oleh karena itu, diagnosis dan penanganan dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Berbeda dengan COVID-19, sebagian besar jenis Hantavirus tidak menular dari manusia ke manusia. Penularan umumnya terjadi melalui paparan hewan pengerat yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi oleh urin, feses, maupun air liurnya.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa Andes virus, salah satu jenis Hantavirus yang ditemukan di Amerika Selatan, dapat menyebabkan penularan antarmanusia dalam kondisi tertentu. Meski demikian, penularan ini tergolong jarang dan biasanya memerlukan kontak yang sangat dekat serta berlangsung lama dengan penderita yang sedang sakit. Hingga saat ini, risiko penularan di masyarakat umum tetap dinilai rendah.
Manusia paling sering terinfeksi ketika menghirup partikel virus yang berasal dari urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang telah mengering dan terangkat ke udara (aerosolisasi).
Risiko paparan dapat meningkat saat membersihkan gudang, loteng, ruang penyimpanan, atau bangunan yang lama tidak digunakan dan berpotensi menjadi sarang tikus.
Selain melalui udara, infeksi juga dapat terjadi melalui:
Masa inkubasi Hantavirus umumnya berkisar antara 1–8 minggu setelah paparan. Pada tahap awal, gejala yang sering muncul meliputi:
Pada sebagian pasien, gejala dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih berat, seperti:
Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi ini dapat mengancam nyawa.
Diagnosis Hantavirus sering kali menjadi tantangan karena gejalanya menyerupai berbagai penyakit lain, seperti influenza, COVID-19, pneumonia, leptospirosis, demam berdarah dengue (DBD), maupun sepsis.
Hingga saat ini belum tersedia terapi antivirus spesifik yang terbukti efektif untuk seluruh jenis infeksi Hantavirus. Selain itu, belum ada vaksin Hantavirus yang digunakan secara luas secara global untuk melindungi terhadap seluruh jenis Hantavirus pada manusia.
Karena itu, pengobatan berfokus pada terapi suportif, antara lain:
Deteksi dan penanganan sejak dini dapat membantu menurunkan risiko komplikasi serta meningkatkan peluang kesembuhan.
Pencegahan Hantavirus berfokus pada pengendalian hewan pengerat dan mengurangi paparan terhadap lingkungan yang terkontaminasi.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Segera konsultasikan ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam, nyeri otot, atau gangguan pernapasan setelah terpapar lingkungan yang berpotensi terkontaminasi oleh hewan pengerat.
National Hospital menyediakan layanan kesehatan terpadu yang didukung oleh tenaga medis profesional serta unit gawat darurat yang siap melayani pasien selama 24 jam. Konsultasi dan pemeriksaan medis yang tepat dapat membantu mendeteksi berbagai penyakit infeksi secara dini sehingga penanganan dapat diberikan sesegera mungkin.