Influenza sering dianggap sebagai penyakit ringan yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada sebagian orang, influenza dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, gagal napas, perburukan penyakit kronis, hingga kematian. Risiko komplikasi lebih tinggi pada kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta individu dengan penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan paru.
Karena itu, vaksinasi influenza tetap menjadi salah satu langkah paling efektif untuk mencegah infeksi dan mengurangi risiko komplikasi akibat penyakit ini.
Selama bertahun-tahun, vaksin influenza musiman tersedia dalam dua jenis, yaitu vaksin trivalen (trivalent) dan vaksin kuadrivalen (quadrivalent).
Vaksin kuadrivalen mengandung empat komponen virus influenza, yaitu dua strain influenza A (H1N1 dan H3N2) serta dua garis keturunan influenza B (Victoria dan Yamagata). Sementara itu, vaksin trivalen mengandung tiga komponen, yaitu dua strain influenza A dan satu strain influenza B dari garis keturunan Victoria.
Dalam beberapa tahun terakhir, organisasi kesehatan dunia dan berbagai otoritas regulatori telah merekomendasikan transisi kembali ke vaksin trivalen. Keputusan ini diambil karena virus influenza B garis keturunan Yamagata tidak lagi terdeteksi beredar secara alami sejak Maret 2020 berdasarkan pemantauan global yang dilakukan melalui Global Influenza Surveillance and Response System (GISRS) milik World Health Organization (WHO). (CDC)
Hingga saat ini, belum terdapat bukti yang meyakinkan bahwa virus influenza B/Yamagata kembali bersirkulasi secara luas di masyarakat. Oleh karena itu, WHO menilai bahwa komponen Yamagata tidak lagi diperlukan dalam formulasi vaksin influenza musiman. (World Health Organization )
Berkurangnya satu komponen dalam vaksin tidak berarti perlindungannya menjadi lebih rendah. Sebaliknya, perubahan ini merupakan penyesuaian ilmiah berdasarkan pola sirkulasi virus influenza yang aktual.
Vaksin influenza trivalen saat ini diformulasikan untuk melindungi terhadap tiga kelompok virus influenza yang paling relevan dan masih aktif beredar, yaitu:
WHO secara rutin meninjau data surveilans influenza global dan memperbarui rekomendasi komposisi vaksin setiap tahun agar sesuai dengan virus yang diperkirakan akan beredar pada musim influenza berikutnya. (World Health Organization )
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa vaksin trivalen tetap mampu menghasilkan respons imun yang baik terhadap strain virus yang relevan. Selain itu, profil keamanannya tetap sangat baik dan sebanding dengan vaksin kuadrivalen yang sebelumnya digunakan.
Vaksin influenza telah digunakan selama puluhan tahun dan memiliki rekam jejak keamanan yang sangat baik. Efek samping yang paling sering terjadi umumnya ringan dan bersifat sementara, seperti:
Keluhan tersebut biasanya membaik dalam 1–3 hari tanpa memerlukan penanganan khusus.
Setelah vaksinasi, tubuh memerlukan waktu sekitar dua minggu untuk membentuk perlindungan yang optimal. Karena virus influenza terus mengalami perubahan dari tahun ke tahun, vaksinasi dianjurkan dilakukan setiap tahun sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Vaksin influenza direkomendasikan untuk semua orang berusia 6 bulan ke atas, terutama kelompok yang berisiko tinggi mengalami komplikasi akibat influenza. (CDC )
Konsultasikan dengan dokter sebelum vaksinasi, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau termasuk dalam kelompok berisiko tinggi. Dengan vaksinasi tahunan, risiko terkena influenza serta komplikasi serius yang dapat ditimbulkannya dapat dikurangi secara signifikan.
National Hospital menyediakan layanan vaksinasi influenza yang diberikan oleh tenaga kesehatan profesional sesuai standar keselamatan dan mutu pelayanan. Selain itu, layanan Medical Check Up di National Hospital juga didukung oleh tim medis berpengalaman dan fasilitas pemeriksaan yang komprehensif untuk membantu menjaga kesehatan Anda dan keluarga secara optimal.