Pemeriksaan OAE (Otoacoustic Emission) merupakan salah satu metode deteksi dini gangguan pendengaran yang sangat penting untuk berbagai kelompok usia. Tes ini digunakan untuk mengevaluasi fungsi koklea, bagian telinga dalam yang berperan penting dalam proses pendengaran. Pemeriksaan OAE biasanya tidak menimbulkan rasa sakit dan hanya memerlukan waktu singkat, sehingga sangat ideal untuk bayi, anak-anak, maupun orang dewasa.
Pemeriksaan OAE sebaiknya tidak ditunda karena deteksi dini gangguan pendengaran dapat mencegah dampak jangka panjang, terutama pada anak-anak yang berada dalam masa emas perkembangan bicara dan bahasa.
Berikut adalah panduan lengkap mengenai waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan OAE.
Pemeriksaan OAE sangat dianjurkan dilakukan sejak bayi baru lahir, bahkan bisa dimulai ketika bayi berusia dua hari. Ini merupakan bagian dari skrining pendengaran neonatal yang bertujuan mendeteksi gangguan pendengaran sejak dini.
Pada masa usia 6–24 bulan, otak anak mengalami perkembangan bahasa yang sangat pesat. Jika gangguan pendengaran tidak diketahui dan ditangani sedini mungkin, hal ini dapat memengaruhi kemampuan bicara, bahasa, hingga perkembangan sosial anak.
Oleh karena itu, pemeriksaan OAE menjadi langkah awal penting yang tidak boleh diabaikan oleh orang tua.
Jika seorang anak berusia 3–4 tahun belum menunjukkan kemampuan berbicara sesuai dengan tahapan perkembangannya, maka perlu dicurigai adanya gangguan pendengaran.
Pemeriksaan OAE dapat membantu mendeteksi apakah keterlambatan tersebut disebabkan oleh masalah pada telinga bagian dalam. Orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda seperti anak sering tidak merespons saat dipanggil atau tidak meniru suara dan kata.
Pemeriksaan OAE dalam kasus ini bisa menjadi pintu masuk untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar anak tidak tertinggal dalam perkembangan komunikasinya.
Gangguan pendengaran tidak hanya terjadi pada anak-anak. Orang dewasa pun bisa mengalami gangguan yang bersifat tiba-tiba maupun bertahap. Salah satu gejala awal yang sering muncul adalah perasaan seperti telinga tersumbat.
Dalam kondisi seperti ini, pemeriksaan OAE dapat membantu mengidentifikasi apakah terdapat gangguan pada koklea atau bagian telinga lainnya, termasuk kemungkinan adanya sumbatan di telinga luar atau tengah.
Dengan hasil OAE yang akurat, dokter spesialis THT dapat menentukan penanganan yang sesuai, baik itu terapi, pembersihan telinga, atau pemeriksaan lanjutan.
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan OAE yang akurat dan aman, sangat penting memilih fasilitas kesehatan yang terpercaya. National Hospital merupakan salah satu rumah sakit Indonesia kelas dunia yang menyediakan layanan pemeriksaan OAE dengan standar internasional. National Hospital dikenal sebagai pelopor digital health yang mengintegrasikan teknologi canggih dalam seluruh proses pelayanan, mulai dari pendaftaran, pemeriksaan, hingga hasil yang dapat diakses secara digital.
Rumah sakit ini dilengkapi dengan peralatan modern dan ditangani langsung oleh dokter spesialis THT berpengalaman dalam melakukan pemeriksaan OAE pada bayi, anak-anak, hingga dewasa. Tak hanya itu, National Hospital juga menyediakan layanan pendukung seperti telekonsultasi dan monitoring pasien secara online yang memudahkan pasien dalam mengakses layanan kesehatan kapan pun dibutuhkan. Dengan fasilitas yang lengkap, tenaga medis yang profesional, dan pendekatan berbasis digital, National Hospital merupakan pilihan terbaik untuk melakukan pemeriksaan OAE secara aman, cepat, dan akurat di Indonesia.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut atau merencanakan pemeriksaan OAE untuk keluarga atau diri sendiri, National Hospital siap menjadi mitra terpercaya dalam menjaga kesehatan pendengaran Anda.