Kenali Gejala Awal Penyakit Jantung Dan Pencegahannya!

Pada akhir tahun 2022, ada sekitar 19,8 juta kematian atau 32% dari semua kematian di dunia. Dan 85%-nya disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Para ilmuwan dan dokter terus maih terus melakukan riset untuk memahami gejala dan tanda-tanda awal penyakit jantung serta pencegahannya untuk mengurasi risiko dan komplikasi 

Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh telah memberikan sinyal sejak awal. Dengan mengenali tanda-tanda ini, Anda dapat mengambil tindakan tepat sebelum kondisi memburuk. Artikel ini akan membahas secara ringkas tanda-tanda awal penyakit jantung serta langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan sejak dini.

Tanda Umum Gejala Awal Penyakit Jantung dan Pencegahannya

Gejala awal penyakit jantung bisa bervariasi pada setiap individu. Namun, ada beberapa tanda umum yang patut diwaspadai dan tidak boleh diabaikan. 

Nyeri Dada dan Rasa Tertekan 

Dikenal dengan “angina pectoris” , keluhan nyeri dada klasik pada penyakit jantung koroner. Rasa nyeri ini umumnya dirasakan sebagai ditekan benda berat di tengah dada. Pada beberapa kasus, nyeri bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, leher, atau punggung. 

Gejala ini dapat muncul kapan saja termasuk saat beraktivitas atau bahkan sedang beristirahat. Jika Anda mengalami nyeri dada yang tidak biasa, segera cari pertolongan medis terutama jika tidak hilang dalam 15 menit, karena bisa jadi itu adalah tanda awal dari serangan jantung.

Sesak Napas dan Kelelahan Tanpa Sebab

Sesak napas yang muncul tiba-tiba atau saat melakukan aktivitas ringan bisa menjadi tanda bahwa jantung tidak memompa darah dengan baik ke seluruh tubuh. Tubuh yang kekurangan oksigen akan menunjukkan reaksi berupa napas pendek dan cepat merasa lelah. Jika bersamaan dengan nyeri dada, gejala ini semakin memperkuat dugaan penyakit jantung. 

Gejala ini sering kali dianggap sepele, terutama oleh wanita atau pada kelompok yang kurang bergerak, sehingga tidak segera ditangani. 

Kelelahan atau “Fatique“ tanpa penyebab jelas ( misalnya tidak ditemukan anemia, infeksi, gangguan fungsi tiroid, atau diabetes melitus tidak terkontrol ) juga bisa menjadi pertanda adanya gangguan pada fungsi jantung. Kelelahan yang mendadak juga merupakan salah satu tanda penurunan curah jantung, sehingga memerlukan pemeriksaan segera.

Detak Jantung Tidak Teratur

Dikenal dengan istilah “Aritmia”, istilah yang menggambarkan detak jantung yang tidak beraturan, gejalanya dapat berupa sensasi berdebar-debar, berdetak terlalu cepat maupun terlalu lambat. Irama jantung yang tidak normal ini bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, pusing, bahkan hampir pingsan. Tidak semua aritmia bergejala, seringkali tidak sengaja ditemukan dari pemeriksaan medis rutin. 

Walupun aritmia tidak selalu menandakan kondisi berbahaya, perhatikan jika terdapat tanda-tanda berikut ;

  1. Pingsan atau hampir pingsan ( syncope / pre-syncope )
  2. Berdebar yang sangat mengganggu aktivitas
  3. Berdebar yang disertai gejala lemas dan keringat dingin
  4. Riwayat keluarga 1 darah ( first degree ) yang meninggal mendadak terutama usia < 50 tahun
  5. Pernah menjalani operasi jantung di usia muda.

Jika Anda mengalami tanda-tanda yang disebutkan, maka anda perlu menjalani pemeriksaan lebih lanjut. 

Mual, Pusing, dan Keringat Dingin

Gejala lain yang sering tidak dikenali sebagai masalah jantung adalah mual, pusing, dan keringat dingin. Gejala ini biasanya muncul bersamaan dengan nyeri dada atau sesak napas, namun sering disangka sebagai gangguan pencernaan. 

Wanita dan lansia cenderung mengalami gejala ini saat serangan jantung. Jika Anda merasakan kombinasi dari gejala-gejala ini, segera lakukan evaluasi kesehatan.

Mengenali gejala awal penyakit jantung dan menerapkan gaya hidup sehat merupakan langkah pencegahan yang paling efektif. Berikut hal-hal yang sudah terbukti dapat menurunkan resiko :

  • Perbanyak porsi makanan tinggi serat, kaya warna dan batasi asupan lemak trans dan lemak jenuh.
  • Melakukan olahraga ringan - sedang secara rutin 5 kali seminggu dengan minimal 30 menit per hari, atau total 150 menit per-minggu, Intensitas olahraga dapat dipandu dengan denyut nadi. 
  • Berhenti merokok baik rokok tradisional maupun elektrik dan membatasi asupan alkohol.
  • Mengendalikan stress dengan baik termasuk memiliki kehidupan sosial yang sehat.

Jadwalkan pemeriksaan kesehatan berkala, seperti pemeriksaan darah dan tes latih jantung, terutama jika memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Membiasakan Anda dapat mengurangi risiko gejala awal penyakit jantung dan pencegahannya secara signifikan.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala awal penyakit jantung, sangat disarankan untuk segera melakukan konsultasi dengan dokter spesialis jantung. Diagnosis dan penanganan sedini mungkin sangat penting untuk mencegah komplikasi serius.

Untuk kemudahan Anda, jadwal dokter jantung di National Hospital dapat dilihat melalui situs resmi rumah sakit atau dengan menghubungi layanan informasi yang tersedia. 

Segera buat janji sesuai jadwal dokter jantung agar mendapatkan evaluasi dan perawatan yang tepat. Penanganan cepat bisa menjadi langkah penyelamat nyawa, terutama jika gejala sudah muncul.

Jangan menunda jika merasakan tanda-tanda seperti nyeri dada hebat, sesak napas berat, atau kehilangan kesadaran. Dalam situasi seperti itu, segera cari pertolongan medis darurat