Nyeri punggung bawah kronis merupakan salah satu keluhan yang sering mengganggu kualitas hidup seseorang. Rasa nyeri yang berlangsung dalam waktu lama dapat membatasi aktivitas sehari-hari, mengurangi produktivitas, hingga memengaruhi kenyamanan saat beristirahat. Pada sebagian pasien, nyeri tersebut dapat berasal dari perubahan pada lempeng ujung tulang belakang (vertebral endplate), suatu kondisi yang dikenal sebagai nyeri vertebrogenik.
Di dalam tulang belakang terdapat saraf yang disebut Basivertebral Nerve (BVN). Saraf ini berfungsi menghantarkan sinyal nyeri dari vertebral endplate, yaitu lapisan yang memisahkan tulang belakang (vertebra) dengan bantalan antar tulang belakang (diskus intervertebralis), menuju otak. Ketika terjadi perubahan degeneratif atau peradangan pada area tersebut, saraf basivertebral dapat menjadi jalur penghantar nyeri yang menyebabkan keluhan nyeri punggung bawah kronis.
Seiring perkembangan teknologi medis, kini tersedia prosedur Basivertebral Nerve Ablation (BVNA), yaitu tindakan minimal invasif yang bertujuan mengurangi nyeri dengan menonaktifkan kemampuan saraf basivertebral dalam menghantarkan sinyal nyeri.
Baru-baru ini, Spesialis Bedah Saraf National Hospital, Dr. dr. Achmad Fahmi, Sp.BS(K)Subsp.N.F.,FINPS., IFAANS melakukan prosedur BVNA pada pasien yang mengalami nyeri punggung bawah kronis akibat nyeri vertebrogenik. Tindakan dilakukan dengan menggunakan teknologi radiofrekuensi yang ditargetkan secara khusus pada saraf basivertebral di dalam tulang belakang.
Secara umum, prosedur dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu:
Menurut dr. Achmad Fahmi, prosedur ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat terarah sehingga area yang ditangani dapat dicapai secara presisi melalui jalur minimal invasif.
Keunggulan prosedur BVNA adalah tidak memerlukan pemasangan implan atau alat permanen pada tulang belakang. Karena tindakan dilakukan secara terfokus pada sumber nyeri tertentu, risiko gangguan terhadap jaringan dan struktur di sekitarnya relatif minimal. Selain itu, ukuran sayatan yang kecil juga membantu mempercepat proses pemulihan pasien.
Setelah prosedur selesai, pasien akan dipantau oleh tim medis. Pada sebagian besar kasus, pasien dapat diperbolehkan pulang pada hari yang sama (one day care) atau setelah kondisi dinyatakan stabil sehingga tidak memerlukan rawat inap di RS. Perbaikan nyeri dapat mulai dirasakan dalam beberapa minggu setelah tindakan, dengan hasil yang terus berkembang secara bertahap dalam beberapa bulan berikutnya.
Masa pemulihan umumnya relatif singkat. Sebagian besar pasien dapat kembali melakukan aktivitas ringan dalam waktu 1–2 hari, sementara aktivitas yang lebih berat dilakukan secara bertahap sesuai anjuran dokter. Beberapa pasien mungkin mengalami rasa tidak nyaman ringan pada area tindakan yang biasanya akan membaik dalam beberapa hari.
Sebelum menjalani prosedur BVNA, setiap pasien akan menjalani evaluasi menyeluruh untuk memastikan bahwa nyeri yang dialami memang berasal dari sumber vertebrogenik dan sesuai untuk mendapatkan terapi ini. Penentuan terapi yang tepat dilakukan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, serta hasil pencitraan yang mendukung diagnosis seperti MRI.
Jika Anda mengalami nyeri punggung bawah kronis yang tidak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang tepat dapat membantu mengurangi nyeri dan meningkatkan kualitas hidup. Melalui National Hospital Neuroscience Center (NHNC), National Hospital menyediakan layanan bedah saraf dan tindakan minimal invasif yang didukung oleh tenaga medis berpengalaman serta teknologi modern untuk memberikan penanganan yang sesuai bagi setiap pasien.