Nyeri punggung bawah atau low back pain merupakan keluhan yang cukup sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Rasa yang muncul bisa beragam, mulai dari nyeri, pegal, linu, hingga rasa tidak nyaman di area punggung bagian bawah. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri punggung bawah bukan sekadar masalah akibat salah posisi duduk atau terlalu banyak beraktivitas?
Pada sebagian kasus, keluhan ini dapat menjadi tanda adanya kondisi medis tertentu yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam podcast National Hospital, dokter Spesialis Saraf, dr. Andreas Soejitno, Sp.N, CIPS, FIPP, menjelaskan lebih jauh mengenai nyeri punggung bawah, mulai dari pengertiannya, berbagai penyebab, hingga peluang kesembuhannya. Berikut penjelasannya!
Sesuai namanya, nyeri punggung bawah adalah rasa nyeri atau tidak nyaman yang dirasakan pada area punggung bagian bawah. Secara sederhana, area tersebut dapat digambarkan mulai dari sekitar tulang rusuk terakhir sebagai batas atas hingga lipatan bokong sebagai batas bawah. Berbagai sensasi yang dirasakan di area tersebut—seperti sakit, pegal, linu, atau rasa tidak nyaman—dapat termasuk dalam keluhan nyeri punggung bawah.
Istilah yang sering digunakan masyarakat adalah "nyeri pinggang". Namun, secara anatomi, area yang disebut sebagai pinggang dapat merujuk pada bagian sisi luar tubuh. Karena itu, dalam konteks keluhan ini, istilah nyeri punggung bawah lebih tepat untuk menggambarkan lokasi nyerinya.
Menurut dr. Andreas, nyeri punggung bawah sebenarnya merupakan gejala atau simptom, bukan sebuah diagnosis tunggal. Hal ini serupa dengan demam. Demam merupakan gejala yang dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, misalnya infeksi, peradangan, maupun penyakit autoimun.
Begitu pula dengan nyeri punggung bawah—penyebabnya dapat bermacam-macam dan perlu dievaluasi untuk mengetahui sumber masalahnya. Secara umum, penyebab nyeri punggung bawah dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok.
Sebagian besar kasus, sekitar 70–80%, termasuk nyeri yang bersifat mekanikal atau nonspesifik. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan kebiasaan dan aktivitas sehari-hari, misalnya:
Pada kelompok ini, nyeri umumnya bersifat benign atau tidak berbahaya dan dapat bersifat sementara. Meski demikian, keluhan tetap perlu diperhatikan, terutama apabila nyeri menetap atau semakin mengganggu aktivitas.
Sebagian kasus lainnya, sekitar 10–30%, dapat berkaitan dengan kondisi yang lebih serius dan bukan sekadar masalah postur atau aktivitas. Salah satunya adalah keganasan, misalnya adanya penyebaran tumor ke tulang belakang.
Penyebab lainnya adalah infeksi. Indonesia merupakan negara dengan kasus tuberkulosis (TBC) yang cukup tinggi, sehingga infeksi pada tulang belakang juga menjadi salah satu kondisi yang dapat ditemukan dan perlu dipertimbangkan dalam evaluasi nyeri punggung.
Selain itu, nyeri punggung bawah juga dapat berkaitan dengan penyakit autoimun. Seiring meningkatnya kesadaran dan kemampuan diagnostik, kondisi autoimun dapat ditemukan bahkan pada pasien dengan usia yang relatif muda, termasuk pada dekade 30–40 tahun.
Tidak semua nyeri punggung bawah memiliki karakteristik yang sama. Pada sebagian orang, nyeri terutama dirasakan di area punggung bawah dan tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, pada kondisi tertentu, nyeri dapat menjalar atau berkaitan dengan adanya penekanan saraf.
Ketika saraf mengalami tekanan atau gangguan, dapat muncul gejala yang berbeda dibandingkan nyeri punggung bawah mekanikal biasa. Karena itu, karakteristik nyeri, lokasi, penyebaran, dan gejala lain yang menyertainya menjadi informasi penting bagi dokter dalam menentukan penyebabnya.
Kabar baiknya, peluang perbaikan dan kesembuhan sangat bergantung pada penyebab nyeri punggung bawah tersebut. Jika penyebabnya adalah infeksi dan dapat ditangani dengan cepat menggunakan terapi yang tepat, peluang kesembuhannya dapat tinggi.
Begitu pula apabila nyeri berkaitan dengan keganasan. Dengan penanganan yang sesuai, termasuk terapi seperti radiasi atau pembedahan bila memang diperlukan, kondisi tersebut dapat ditangani. Pada penyakit autoimun, pemberian terapi yang adekuat juga dapat membantu memperbaiki kondisi pasien.
Sementara pada nyeri punggung bawah yang bersifat mekanikal, tersedia berbagai pilihan terapi. Namun, tidak semua pasien membutuhkan penanganan yang sama. Terapi perlu disesuaikan dengan diagnosis, kondisi, serta kebutuhan masing-masing pasien.
Nyeri punggung bawah memang sering berkaitan dengan aktivitas dan postur sehari-hari. Namun, penting untuk tidak langsung menganggap semua nyeri punggung sebagai masalah otot atau akibat salah posisi. Karena nyeri punggung bawah merupakan gejala yang dapat memiliki banyak penyebab, evaluasi yang tepat diperlukan untuk mengetahui sumber masalahnya.
Terlebih jika keluhan menetap, berulang, semakin berat, atau disertai gejala lain, sebaiknya jangan hanya mengandalkan pengobatan sendiri. Maka dari itu, kenali nyerinya, jangan abaikan gejalanya, dan cari tahu penyebabnya. Dengan diagnosis yang tepat dan penanganan yang sesuai, berbagai penyebab nyeri punggung bawah memiliki peluang untuk mendapatkan hasil terapi yang baik.
National Hospital hadir dengan dukungan dokter spesialis berpengalaman serta fasilitas dan teknologi medis modern untuk membantu mengevaluasi penyebab nyeri dan menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien. Karena punggung yang sehat adalah kunci untuk tetap aktif dan produktif, jangan tunggu sampai nyeri semakin berat—konsultasikan keluhan Anda bersama ahlinya di National Hospital.