Kanker payudara merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Salah satu langkah penting untuk meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan adalah menemukan kelainan pada payudara sedini mungkin, bahkan sebelum muncul gejala. Saat ini, pemeriksaan payudara tidak hanya mengandalkan satu metode.
Selain pemeriksaan klinis dan mamografi, tersedia teknologi pencitraan lain yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Salah satunya adalah Invenia ABUS (Automated Breast Ultrasound System). Berikut penjelasan lengkapnya!
ABUS merupakan singkatan dari Automated Breast Ultrasound System, yaitu teknologi ultrasonografi payudara otomatis yang menggunakan sistem pemindaian untuk menghasilkan gambaran tiga dimensi (3D) jaringan payudara. Teknologi ini dirancang sebagai pemeriksaan tambahan untuk skrining kanker payudara, terutama pada perempuan dengan jaringan payudara padat.
Berbeda dengan USG payudara konvensional yang menggunakan transduser yang digerakkan oleh operator, ABUS menggunakan sistem pemindaian otomatis untuk menghasilkan citra payudara secara lebih terstandar dan konsisten. Hasil pemeriksaan berupa kumpulan gambar 3D kemudian dapat dievaluasi oleh dokter spesialis radiologi.
Invenia ABUS buatan GE HealthCare merupakan salah satu teknologi Automated Breast Ultrasound yang dikembangkan untuk pemeriksaan tambahan pada perempuan dengan payudara padat. FDA mencantumkan Invenia ABUS sebagai pemeriksaan tambahan (adjunct) terhadap mamografi untuk skrining kanker payudara pada populasi tertentu dengan jaringan payudara padat.
Pemeriksaan Invenia ABUS merupakan prosedur non-invasif yang tidak menggunakan radiasi pengion. Pasien akan diminta berbaring, kemudian payudara diposisikan untuk dilakukan pemindaian menggunakan transduser khusus. Sistem ABUS akan melakukan pemindaian secara otomatis untuk menghasilkan kumpulan citra jaringan payudara dalam bentuk 3D.
Karena proses akuisisi citra dilakukan secara otomatis dan terstandar, pemeriksaan dapat menghasilkan citra yang konsisten untuk kemudian ditinjau dan dianalisis oleh dokter spesialis radiologi. Proses akuisisi pada Invenia ABUS 2.0 dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit. Namun, durasi keseluruhan pemeriksaan dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasien dan alur pelayanan di fasilitas kesehatan.
Teknologi Invenia ABUS juga dilengkapi fitur berbasis kecerdasan artifisial (AI) yang dapat membantu proses akuisisi dan interpretasi citra. Meski demikian, AI berfungsi sebagai alat bantu dan bukan pengganti dokter. Hasil pemeriksaan tetap perlu dievaluasi oleh dokter spesialis radiologi dengan mempertimbangkan kondisi klinis dan hasil pemeriksaan pasien secara keseluruhan.
Beberapa karakteristik Invenia ABUS yang membuat teknologi ini menarik sebagai pemeriksaan tambahan antara lain:
Dalam data klinis yang dikutip oleh GE HealthCare, penggunaan Invenia ABUS sebagai pemeriksaan tambahan pada payudara padat menunjukkan peningkatan deteksi kanker sebesar 35,7% dibandingkan mamografi saja. Angka tersebut merupakan hasil penelitian pada populasi dan kondisi pemeriksaan tertentu, sehingga tidak dapat diartikan bahwa ABUS akan meningkatkan deteksi pada setiap individu dengan besaran yang sama.
Setiap metode pemeriksaan payudara memiliki kelebihan dan keterbatasannya masing-masing. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah kepadatan jaringan payudara. Payudara tersusun atas jaringan lemak, kelenjar, dan jaringan ikat. Pada pemeriksaan mamografi, jaringan payudara yang padat akan tampak berwarna putih. Beberapa kelainan, termasuk kanker payudara, juga dapat terlihat berwarna putih sehingga pada kondisi tertentu menjadi lebih sulit dikenali di antara jaringan payudara yang padat.
Karena itu, pada perempuan dengan payudara padat, dokter dapat mempertimbangkan pemeriksaan pencitraan tambahan sesuai kondisi dan faktor risiko masing-masing pasien. Salah satunya adalah Invenia ABUS (Automated Breast Ultrasound System), yang menggunakan teknologi ultrasonografi otomatis untuk menghasilkan gambaran 3D jaringan payudara.
Penting untuk dipahami bahwa Invenia ABUS tidak menggantikan mamografi. ABUS dikembangkan sebagai pemeriksaan tambahan (supplemental screening) terhadap mamografi pada kelompok pasien tertentu, terutama perempuan dengan jaringan payudara padat. Dengan demikian, mamografi tetap memiliki peran penting dalam skrining kanker payudara, sementara ABUS dapat memberikan informasi tambahan mengenai jaringan payudara.
Pemilihan pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi setiap pasien, termasuk usia, kepadatan payudara, faktor risiko, riwayat kesehatan, adanya gejala, serta rekomendasi dokter. Dengan pendekatan yang tepat, berbagai metode pemeriksaan dapat saling melengkapi untuk mendukung deteksi dini kanker payudara.
Invenia ABUS terutama dapat dipertimbangkan sebagai pemeriksaan tambahan pada perempuan dengan payudara padat, sesuai dengan penilaian dokter. Namun, bukan berarti setiap perempuan dengan payudara padat pasti harus menjalani ABUS. Keputusan pemeriksaan perlu mempertimbangkan keseluruhan kondisi pasien. Dokter dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti:
Bagi perempuan yang memiliki benjolan, perubahan bentuk payudara, perubahan kulit, keluar cairan dari puting, atau keluhan lain yang mencurigakan, pemeriksaan diagnostik perlu dilakukan sesuai evaluasi dokter. ABUS untuk skrining tidak dimaksudkan sebagai pengganti evaluasi medis pada pasien yang memiliki gejala.
Invenia ABUS (Automated Breast Ultrasound System) merupakan teknologi ultrasonografi payudara otomatis berbasis 3D yang dapat digunakan sebagai pemeriksaan tambahan, khususnya pada perempuan dengan jaringan payudara padat.
Teknologi ini menghasilkan gambaran jaringan payudara secara terstandar dan tidak menggunakan radiasi pengion. Namun, Invenia ABUS bukan pengganti mamografi. Kebutuhan pemeriksaan ABUS perlu disesuaikan dengan kondisi, kepadatan payudara, faktor risiko, riwayat kesehatan, serta rekomendasi dokter.
Sebagai bagian dari komitmen dalam menghadirkan layanan kesehatan dengan dukungan teknologi modern, National Hospital menyediakan layanan pemeriksaan Invenia ABUS untuk mendukung skrining dan deteksi dini kanker payudara, khususnya pada pasien yang memerlukan pemeriksaan tambahan sesuai indikasi medis.
Kabar baiknya, saat ini tersedia promo Medical Check Up dengan free konsultasi bersama dokter spesialis onkologi National Hospital. Manfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap mengenai kondisi kesehatan payudara Anda dan mengetahui apakah pemeriksaan ABUS sesuai dengan kebutuhan Anda.