Mengenal MRI 3 Tesla dengan AI: Pemeriksaan Lebih Cepat dan Akurat di National Hospital

MRI atau Magnetic Resonance imaging adalah salah satu metode pencitraan medis yang berperan penting dalam membantu dokter menegakkan diagnosis berbagai kondisi kesehatan. Berbeda dengan beberapa pemeriksaan pencitraan lainnya, MRI memanfaatkan medan magnet yang kuat dan gelombang radio untuk menghasilkan gambaran organ dan jaringan tubuh secara detail tanpa paparan radiasi.

Seiring dengan perkembangan teknologi, MRI kini hadir dengan kemampuan yang semakin canggih, salah satunya adalah MRI 3 Tesla (3T) yang dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI), yang mampu menghasilkan kualitas gambar lebih baik dengan waktu pemeriksaan yang lebih efisien.

National Hospital menjadi rumah sakit pertama di Jawa Timur yang menghadirkan teknologi MRI 3T dengan AI, dalam upaya mendukung layanan diagnostik yang lebih akurat dan nyaman bagi pasien. Namun apa sebenarnya MRI dan siapa yang perlu untuk melakukan pemeriksaan dengan MRI? Simak penjelasan lengkapnya berikut!

Apa Itu MRI?

MRI adalah pemeriksaan radiologi yang digunakan untuk melihat struktur organ, jaringan lunak, pembuluh darah, hingga sistem saraf secara mendetail. Pemeriksaan ini sering menjadi pilihan ketika dokter membutuhkan informasi yang tidak dapat terlihat secara optimal melalui pemeriksaan lain, seperti rontgen atau USG.

Mesin MRI berukuran cukup besar sehingga dapat mengakomodasi seluruh tubuh pasien. Magnet berbentuk tabung pada mesin MRI menghasilkan medan magnet yang menyelaraskan kembali proton yang terdapat dalam molekul air di jaringan tubuh. Gelombang radio yang dipancarkan oleh mesin kemudian membantu menghasilkan gambar tiga dimensi (3D).

Gambar tersebut ditampilkan dalam bentuk irisan atau cross-section, sehingga dokter dapat melihat setiap lapisan jaringan tubuh secara lebih rinci. Karena tidak menggunakan sinar radiasi, MRI menjadi pilihan yang aman, terutama bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan pencitraan secara berulang untuk memantau kondisi kesehatan kronis.

Cara Kerja MRI

Berikut adalah tahapan proses kerja MRI secara lebih terperinci:

1. Penyelarasan Proton

Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air (H2O), yang berarti terdapat miliaran atom hidrogen di dalam tubuh kita. Mesin MRI berbentuk seperti tabung besar yang dilengkapi dengan magnet raksasa. Saat berbaring di dalam tabung MRI, medan magnet yang sangat kuat akan memaksa proton (bagian inti atom hidrogen) di dalam tubuhmu agar sejajar dengan medan magnet ke arah tertentu.

2. Pancaran Gelombang Radio

Mesin MRI akan memancarkan gelombang radio singkat ke arah area tubuh yang diperiksa. Gelombang ini mengganggu keselarasan proton dan memaksanya untuk bergeser. Saat gelombang radio dimatikan, proton-proton tersebut akan kembali ke posisi semula (sejajar dengan medan magnet) sambil memancarkan sinyal energi.

3. Penangkapan Sinyal

Saat pancaran gelombang radio dimatikan, proton akan kembali ke posisi sejajar semula sambil melepaskan energi berupa sinyal radio yang akan ditangkap sensor pada mesin MRI kemudian akan dikirimkan ke komputer. Sinyal yang dipancarkan oleh jaringan seperti lemak, otot, dan cairan (darah atau air) memiliki karakteristik yang berbeda-beda.

4. Pembuatan Gambar (Visualisasi)

Antena penangkap sinyal di dalam mesin MRI membaca frekuensi ini dan mengirimkannya ke komputer. Komputer kemudian menerjemahkan data sinyal tersebut menjadi gambar tiga dimensi (3D) yang bergradasi, mulai dari hitam pekat, berbagai tingkat keabuan, hingga putih terang. Inilah yang membuat gambar anatomi tubuh terlihat sangat detail.

Perbedaan MRI 1.5 Tesla dan MRI AI 3Tesla

1. Kualitas dan Resolusi Gambar

MRI Konvensional (1.5 Tesla) memiliki gambar yang sangat baik dan standar untuk diagnostik rutin. Sementara MRI AI 3 Tesla menghasilkan resolusi gambar yang lebih tajam (HD/Ultra-detail), ideal untuk mendeteksi lesi atau kelainan sangat kecil (melihat anatomi lebih baik).

2. Waktu Pemindaian

Berbeda dengan MRI 1.5 Tesla yang membutuhkan Waktu yang lebih lama, kecepatan pemeriksaan MRI AI 3 Tesla lebih cepat hingga 30%, sehingga pasien terutama yang didiagnosis mengalami claustrophobia / phobia ruang sempit akan lebih nyaman karena tidak membutuhkan waktu yang lama.

Jadi diharapkan dengan tipe MRI ini, walaupun dengan mengedepankan aspek kenyamanan pasien, tapi tetap didapatkan ketepatan, keakuratan, dan lebih dini dalam menentukan diagnosa, sehingga diharapkan dokter dapat memberikan terapi secara tepat

Siapa yang Perlu Menjalani Pemeriksaan MRI?

MRI dapat membantu mengevaluasi berbagai masalah kesehatan. Biasanya, dokter merekomendasikan MRI apabila pasien mengalami kondisi seperti:

  1. Nyeri kepala yang berkepanjangan
  2. Dugaan stroke
  3. Nyeri leher atau punggung
  4. Kesemutan atau kelemahan anggota gerak
  5. Cedera olahraga
  6. Gangguan sendi
  7. Dugaan tumor pada berbagai organ
  8. Gangguan saraf
  9. Nyeri yang penyebabnya belum diketahui melalui pemeriksaan lain

Organ Yang Bisa Diperiksa Lewat MRI

Pemeriksaan MRI hanya ditujukan untuk memeriksa sejumlah organ tubuh tertentu. Tidak semua organ tubuh dapat diperiksa menggunakan metode MRI. Adapun beberapa organ yang biasanya diperiksa melalui MRI adalah:

1. Otak dan Sumsum Tulang Belakang

MRI dibutuhkan untuk mendiagnosis beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan otak dan sumsum tulang belakang. Gangguan tersebut diantaranya aneurisma otak, cedera otak, gangguan pada mata atau telinga, saraf kejepit, multiple sclerosis (MS), stroke hingga tumor pada otak atau tulang belakang.

2. Jantung dan Pembuluh Darah

Penggunaan MRI pada pasien dengan keluhan di jantung bertujuan untuk melihat beberapa hal, diantaranya struktur anatomi jantung, penyumbatan atau gangguan pada pembuluh darah, aliran darah melalui arteri dan pembuluh darah, kelainan jantung bawaan, kerusakan akibat serangan jantung, fungsi jantung, infeksi, tumor, dan peradangan

3. Tulang dan Sendi

Pemeriksaan MRI juga sering dilakukan untuk mendeteksi berbagai penyakit atau gangguan pada tulang dan sendi, seperti kanker tulang, infeksi tulang, hingga cedera pada sendi. MRI menggunakan gelombang radio dan teknologi magnetik yang sangat sensitif sehingga dapat memberikan gambaran yang detail dan akurat mengenai struktur tulang dan sendi.

4. Organ Dalam Lainnya

Prosedur MRI juga disarankan untuk pasien yang berisiko terkena kanker payudara. Selain pemeriksaan mammografi, MRI biasanya menjadi penunjang lain untuk mendeteksi sel kanker lebih awal. Selain itu, MRI juga bisa dilakukan untuk memeriksa gangguan pada prostat. Beberapa organ dalam lainnya yang biasanya juga diperiksa melalui MRI adalah hati, limpa, pankreas, ginjal, ovarium, rahim, dan testis.

National Hospital Hadirkan MRI 3 Tesla dengan AI Pertama di Jawa Timur

Sebagai bagian dari komitmen menghadirkan layanan diagnostik yang inovatif, National Hospital menghadirkan MRI 3 Tesla (3T) dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) pertama di Jawa Timur. Teknologi yang diluncurkan pada 2023 ini merupakan hasil kolaborasi dengan GE HealthCare untuk memberikan pemeriksaan pencitraan yang lebih cepat, akurat, dan nyaman bagi pasien.

MRI 3 Tesla menghasilkan gambar dengan resolusi yang lebih tinggi dibandingkan MRI konvensional. Dukungan teknologi AI berbasis algoritma memungkinkan proses pemindaian berlangsung hingga sekitar 60% lebih cepat, sekaligus menghasilkan citra yang lebih tajam dan jernih. Hal ini membantu dokter dalam mendeteksi berbagai penyakit secara lebih dini, menegakkan diagnosis dengan lebih akurat, serta memantau respons pasien terhadap pengobatan.

Teknologi ini sangat bermanfaat untuk berbagai kebutuhan diagnostik, terutama pada kondisi yang memerlukan penanganan segera, seperti stroke. Dengan kualitas pencitraan yang optimal dan waktu pemeriksaan yang lebih efisien, dokter dapat memperoleh informasi yang dibutuhkan lebih cepat sehingga mendukung pengambilan keputusan medis secara tepat.

Didukung oleh dokter spesialis radiologi berpengalaman, tenaga radiografer profesional, serta fasilitas modern, layanan MRI 3 Tesla dengan AI di National Hospital menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam menghadirkan layanan diagnostik berstandar tinggi untuk membantu masyarakat memperoleh penanganan yang cepat, tepat, dan komprehensif.