Mengenal Prostat: Pembesaran Prostat, Prostatitis, Kanker Prostat Hingga Penanganannya

Prostat merupakan salah satu organ penting pada sistem reproduksi pria. Seiring bertambahnya usia, prostat dapat mengalami perubahan yang menyebabkan berbagai keluhan, terutama gangguan saat buang air kecil seperti sering buang air kecil, sulit memulai kencing ataupun sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.

Kondisi ini sering dianggap sebagai bagian normal dari proses penuaan. Padahal, keluhan tersebut sebaiknya tidak diabaikan karena dapat berkaitan dengan berbagai masalah pada prostat. Lantas apa sebenarnya fungsi prostat dan kapan seorang pria perlu memeriksakan diri?

Apa Itu Prostat?

Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi sebagian uretra, yaitu saluran yang membawa urine keluar dari tubuh. Fungsi prostat diantaranya menghasilkan cairan yang menjadi bagian dari air mani, mendukung ejakulasi dan mengatur aliran urine dengan menutup saluran urerta agar air mani tidak masuk ke kandung kemih.

Dalam kondisi normal, ukuran prostat kurang lebih sebesar buah kenari pada pria dewasa. Umumnya prostat memiliki volume sekitar 15 hingga 25 mililiter (ml) atau cc, dengan berat sekitar 15 hingga 25 gram. Namun seiring bertambahnya usia, prostat dapat membesar.

Saat usia 40 tahun ke atas, kelenjar prostat secara alami dapat mulai tumbuh dan membesar secara bertahap. Pembesaran tersebut tidak selalu berarti kanker. Salah satu penyebab yang paling sering adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.

Gangguan Pada Prostat

Secara umum, beberapa kondisi yang sering berkaitan dengan prostat antara lain:

1. Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

BPH merupakan pembesaran jaringan prostat yang bersifat jinak. Kondisi ini semakin sering ditemukan pada pria usia lanjut. Ketika prostat membesar, saluran urine yang melewati prostat dapat mengalami penyempitan. Akibatnya, muncul berbagai lower urinary tract symptoms (LUTS) atau gejala saluran kemih bagian bawah. Gejalanya dapat berupa:

  1. Sulit memulai buang air kecil
  2. Pancaran urine menjadi lebih lemah atau terputus-putus
  3. Harus mengejan saat buang air kecil
  4. Merasa kandung kemih belum kosong sepenuhnya
  5. Lebih sering buang air kecil
  6. Rasa ingin buang air kecil yang sulit ditahan
  7. Sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil (nocturia)

Namun, penting dipahami bahwa keluhan buang air kecil tidak selalu disebabkan oleh pembesaran prostat. Gangguan kandung kemih, infeksi saluran kemih, obat-obatan, maupun kondisi lainnya juga dapat menimbulkan gejala serupa. Karena itu, diperlukan evaluasi oleh dokter.

2. Prostatitis

Prostatitis adalah peradangan pada prostat. Penyebabnya dapat berupa infeksi bakteri maupun kondisi lain yang tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Keluhan dapat meliputi nyeri di area panggul atau sekitar perineum, rasa nyeri atau terbakar saat buang air kecil, lebih sering buang air kecil, hingga gangguan seksual. Pada prostatitis akibat bakteri, dokter dapat memberikan antibiotik sesuai kondisi pasien.

3. Kanker Prostat

Kanker prostat terjadi ketika sel-sel pada prostat tumbuh secara tidak terkendali. Salah satu hal yang perlu diketahui adalah kanker prostat pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala. Karena itu, pemeriksaan pada pria yang memiliki risiko lebih tinggi dapat membantu menemukan penyakit lebih awal.

Faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker prostat antara lain usia, riwayat keluarga, dan faktor genetik tertentu. Pria yang memiliki ayah atau saudara laki-laki dengan kanker prostat memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pria tanpa riwayat tersebut.

Pemeriksaan Prostat

Pemeriksaan prostat akan disesuaikan dengan usia, keluhan, faktor risiko, dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan antara lain:

1. Pemeriksaan Fisik

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, termasuk digital rectal examination (DRE) atau pemeriksaan colok dubur untuk menilai ukuran dan karakteristik prostat.

2. Pemeriksaan PSA

Prostate-Specific Antigen (PSA) adalah protein yang diproduksi oleh sel prostat dan dapat diukur melalui pemeriksaan darah. PSA yang meningkat tidak otomatis berarti kanker prostat. Kadar PSA juga dapat meningkat pada pembesaran prostat jinak maupun peradangan prostat. Karena itu, hasil PSA harus dinilai bersama faktor klinis lainnya.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat mengulang pemeriksaan PSA sebelum melanjutkan pemeriksaan lebih jauh. Pedoman European Association of Urology (EAU) juga merekomendasikan pengulangan PSA pada kondisi tertentu, misalnya pada pria tanpa gejala dengan kadar PSA yang berada pada rentang tertentu.

3. USG dan Pemeriksaan Saluran Kemih

Ultrasonografi dapat membantu menilai ukuran prostat, kondisi kandung kemih, serta jumlah urine yang masih tersisa setelah buang air kecil. Dokter juga dapat melakukan uroflowmetry, yaitu pemeriksaan untuk mengukur kecepatan aliran urine.

4. MRI Prostat

Jika terdapat kecurigaan kanker prostat berdasarkan kadar PSA, pemeriksaan fisik, atau faktor risiko lainnya, MRI prostat dapat digunakan untuk membantu menemukan area yang mencurigakan. Pedoman EAU saat ini merekomendasikan pemeriksaan MRI sebelum biopsi pada pria dengan kecurigaan kanker prostat yang masih terlokalisasi.

Hasil MRI dapat membantu menentukan apakah biopsi diperlukan sekaligus mengidentifikasi area yang perlu menjadi target biopsi. Di National Hospital, tersedia MRI AI-Enhanced Transperineal Prostatic Biopsy, yang memanfaatkan hasil pencitraan MRI dan teknologi AI untuk membantu menentukan lokasi target biopsi dengan lebih presisi.

Dengan target yang lebih terarah, pengambilan sampel jaringan dapat difokuskan pada area yang paling mencurigakan, sehingga tidak perlu mengambil terlalu banyak jaringan dari lokasi yang kurang relevan. Pendekatan ini membantu membuat proses biopsi menjadi lebih terarah dan meningkatkan ketepatan dalam mengambil sampel dari area yang menjadi perhatian pada pemeriksaan MRI.

5. Biopsi Prostat

Biopsi dilakukan dengan mengambil sejumlah kecil jaringan prostat untuk diperiksa di laboratorium menggunakan mikroskop. Biopsi merupakan pemeriksaan yang digunakan untuk memastikan diagnosis kanker prostat.

Penanganan Pembesaran Prostat

Penanganan BPH tidak selalu harus melalui operasi. ntuk pria dengan keluhan ringan dan tidak terlalu mengganggu aktivitas, dokter dapat merekomendasikan observasi dan perubahan gaya hidup. Beberapa langkah yang dapat membantu antara lain:

  1. Mengatur konsumsi cairan, terutama menjelang tidur
  2. Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol bila memperburuk frekuensi buang air kecil
  3. Tidak menahan buang air kecil terlalu lama
  4. Menjaga berat badan dan aktivitas fisik
  5. Melakukan kontrol secara berkala

Jika keluhan cukup mengganggu, dokter dapat memberikan obat, seperti alpha-blocker atau 5-alpha reductase inhibitor, sesuai kondisi pasien. Pada sebagian pasien dengan gejala berat atau komplikasi tertentu, tindakan operasi dapat dipertimbangkan. Pemilihan terapi tidak dapat disamaratakan karena bergantung pada ukuran prostat, jenis dan tingkat keparahan gejala, kondisi kandung kemih, penyakit penyerta, serta preferensi pasien.

Kesimpulan

Gangguan prostat, seperti pembesaran prostat, prostatitis, maupun kanker prostat, dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas hidup pria. Keluhan seperti sulit buang air kecil, pancaran urine melemah, atau sering terbangun di malam hari sebaiknya tidak dianggap sebagai hal yang wajar karena usia.

Kabar baiknya, berbagai masalah prostat dapat dievaluasi dan ditangani sesuai penyebab serta kondisi masing-masing pasien. Pemeriksaan oleh dokter spesialis urologi membantu menentukan apakah keluhan disebabkan oleh pembesaran prostat jinak, prostatitis, atau kondisi lain yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

National Hospital hadir dengan layanan Bedah Urologi yang didukung dokter spesialis urologi, fasilitas diagnostik, serta teknologi minimal invasif untuk membantu menangani berbagai masalah prostat sesuai kondisi pasien. Jangan tunggu hingga keluhan semakin berat. Kenali gejalanya, lakukan pemeriksaan, dan percayakan kesehatan prostat Anda kepada tim medis National Hospital.

Medical Check Up