Mengenal Stroke Pediatrik pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Banyak orang menganggap stroke hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, stroke juga dapat terjadi pada bayi dan anak-anak. Kondisi ini dikenal sebagai stroke pediatrik, yaitu gangguan aliran darah ke otak yang terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan hingga usia 18 tahun.

Meski tergolong jarang, stroke pada anak merupakan kondisi medis darurat yang memerlukan penanganan segera. Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, stroke dapat menyebabkan kerusakan otak permanen yang berdampak pada tumbuh kembang anak.

Apa Itu Stroke Pediatrik?

Stroke pediatrik adalah kondisi ketika aliran darah menuju otak terganggu akibat penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah. Akibatnya, sel-sel otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup sehingga dapat mengalami kerusakan. Berdasarkan penyebabnya, stroke pediatrik dibagi menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik.

Penyebab Stroke Pediatrik

1. Stroke Iskemik

Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah menuju otak tersumbat oleh bekuan darah. Pada anak, kondisi ini biasanya berkaitan dengan penyakit tertentu yang meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah, seperti:

  1. Penyakit jantung bawaan, termasuk kelainan katup jantung
  2. Penyakit sel sabit (sickle cell disease)
  3. Infeksi tertentu yang memengaruhi pembuluh darah atau sistem pembekuan darah
  4. Gangguan pembekuan darah

2. Stroke Hemoragik

Stroke hemoragik terjadi akibat pecahnya pembuluh darah di otak sehingga menyebabkan perdarahan. Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko stroke hemoragik pada anak meliputi:

  1. Malformasi arteriovenosa (arteriovenous malformation/AVM), yaitu kelainan pembuluh darah di otak yang membuat pembuluh darah lebih rapuh dan mudah pecah
  2. Gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, yang menyebabkan darah sulit membeku sehingga meningkatkan risiko perdarahan, terutama setelah cedera

Gejala Stroke Pediatrik

Menurut American Stroke Association, stroke pada anak sering kali terlambat dikenali karena banyak orang tidak menyadari bahwa stroke juga dapat terjadi pada kelompok usia ini. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali gejalanya sedini mungkin.

Stroke Perinatal

Stroke perinatal terjadi sejak bayi masih berada dalam kandungan hingga usia satu bulan setelah lahir. Gejalanya dapat berupa:

  1. Kejang yang berulang
  2. Sesak napas
  3. Tidak mau menyusu
  4. Gerakan tubuh hanya dominan pada satu sisi atau salah satu sisi tubuh tampak lebih lemah

Stroke pada Anak

Stroke pada anak terjadi pada usia 1 bulan hingga 18 tahun. Beberapa gejala yang dapat muncul antara lain:

  1. Sakit kepala hebat yang muncul secara tiba-tiba disertai muntah dan mengantuk
  2. Wajah tampak tidak simetris atau mencong
  3. Lengan atau tungkai melemah
  4. Sulit berbicara atau bicara menjadi pelo
  5. Kesulitan menelan
  6. Kelemahan atau kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh
  7. Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau ganda
  8. Kehilangan keseimbangan atau tiba-tiba sulit berjalan

Meskipun stroke pediatrik tergolong jarang, stroke perinatal lebih sering terjadi dibandingkan stroke pada masa kanak-kanak. Para ahli memperkirakan stroke perinatal terjadi pada sekitar 1 dari setiap 2.300 kelahiran hidup, sedangkan stroke pada anak terjadi pada sekitar 2–13 dari setiap 100.000 anak.

Bagaimana Penanganan Stroke Pediatrik?

Penanganan stroke pada anak akan disesuaikan dengan jenis stroke, penyebab, usia, dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan.

Penanganan Stroke Iskemik

Pada stroke iskemik, dokter dapat memberikan obat antikoagulan atau pengencer darah untuk mencegah terbentuknya bekuan darah baru. Dalam kondisi tertentu, obat trombolitik dapat diberikan untuk melarutkan bekuan darah sehingga aliran darah menuju otak dapat kembali lancar.

Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan trombektomi, yaitu prosedur untuk mengangkat bekuan darah yang menyumbat pembuluh darah di otak.

Penanganan Stroke Hemoragik

Pada stroke hemoragik, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki pembuluh darah yang pecah atau menghentikan perdarahan.

Apabila perdarahan menyebabkan peningkatan tekanan di dalam otak, dokter dapat melakukan kraniektomi, yaitu prosedur mengangkat sebagian tulang tengkorak sementara waktu untuk mengurangi tekanan pada otak dan mencegah kerusakan yang lebih luas.

Pentingnya Diagnosis dan Penanganan Dini

Pemulihan stroke pediatrik membutuhkan waktu yang berbeda pada setiap anak. Sebagian anak dapat pulih dengan baik, sementara yang lain mungkin mengalami gangguan jangka panjang, seperti gangguan gerak, kesulitan berbicara, gangguan belajar, maupun masalah perkembangan lainnya.

Semakin cepat stroke dikenali dan ditangani, semakin besar peluang anak untuk mendapatkan hasil pemulihan yang optimal. Oleh karena itu, apabila anak mengalami gejala yang mengarah pada stroke, segera bawa ke instalasi gawat darurat rumah sakit agar mendapatkan penanganan secepat mungkin.

Penanganan Stroke Pediatrik di National Hospital

National Hospital didukung oleh dokter spesialis saraf dan dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman dalam menangani berbagai kasus neurologi, termasuk stroke pediatrik. Dengan dukungan teknologi diagnostik dan peralatan medis modern, tim dokter dapat memberikan diagnosis yang akurat serta menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi setiap pasien.

Apabila anak menunjukkan tanda-tanda stroke atau memiliki faktor risiko tertentu, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter. Penanganan yang cepat dapat membantu mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup anak di masa mendatang.

Tim Dokter - Mengenal Stroke Pediatrik pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Penanganannya