Low back pain (LBP) atau nyeri punggung bawah merupakan keluhan yang dapat dialami oleh berbagai kelompok usia dan aktivitas. Banyak anggapan bahwa nyeri punggung bawah hanya dialami oleh orang lanjut usia atau mereka yang sering melakukan pekerjaan fisik berat. Padahal, faktor penyebabnya jauh lebih beragam.
Dalam podcast National Hospital bersama dr. Andreas Soejitno, Sp.N, CIPS, FIPP, Spesialis Saraf, dibahas sejumlah mitos dan fakta seputar low back pain, mulai dari faktor risiko hingga langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menangani keluhan tersebut. Simak penjelasannya berikut ini!
Usia dan aktivitas fisik memang dapat menjadi faktor yang meningkatkan risiko nyeri punggung bawah. Namun, bukan berarti low back pain hanya dialami oleh orang lanjut usia atau mereka yang bekerja keras secara fisik. Saat ini, orang yang lebih muda juga dapat mengalami nyeri punggung bawah.
Salah satunya karena gaya hidup sedentary seperti kebiasaan duduk terlalu lama, bekerja di depan komputer, serta minim aktivitas fisik dapat memberikan beban pada tubuh dan meningkatkan risiko keluhan pada punggung. Selain faktor fisik, kondisi psikologis juga perlu diperhatikan.
Stres, kecemasan, dan depresi diketahui juga berasosiasi dengan peningkatan risiko terjadinya nyeri punggung bawah. Artinya, beban yang dialami seseorang tidak selalu berbentuk aktivitas fisik berat, tetapi dapat pula berupa beban mental dan psikologis. Jadi, low back pain bukan hanya masalah orang tua atau pekerja berat. Anak muda dengan gaya hidup kurang aktif pun dapat mengalaminya.
Aktif bergerak pada dasarnya merupakan hal yang baik. Namun, pada kelompok tertentu seperti atlet atau orang yang melakukan aktivitas fisik intens, risiko cedera dapat meningkat apabila aktivitas dilakukan dengan teknik yang kurang tepat. Salah satu contohnya adalah angkat beban (weight lifting). Risiko nyeri atau cedera dapat meningkat apabila seseorang:
Karena itu, bukan sekadar seberapa banyak seseorang beraktivitas yang menentukan risiko low back pain, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut dilakukan.
Tidak semua nyeri punggung bawah merupakan tanda penyakit serius. Secara statistik, sekitar 70–80% nyeri punggung bawah bersifat mekanikal, yaitu berkaitan dengan masalah pada sistem gerak dan umumnya bersifat sementara.
Namun, terdapat sebagian kasus yang perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat memiliki tanda bahaya atau red flag. Karena itu, jangan mengabaikan nyeri punggung bawah yang:
Pada kondisi tersebut, pemeriksaan oleh dokter atau tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Penanganan nyeri punggung bawah perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing pasien. Secara umum, terapi dapat meliputi obat-obatan (medikamentosa) yang dapat dikombinasikan dengan fisioterapi untuk membantu proses pemulihan.
Apabila ditemukan masalah yang lebih spesifik, misalnya penekanan saraf atau gangguan pada sendi facet, dokter dapat mempertimbangkan penanganan lebih lanjut seperti interventional pain management, terutama apabila keluhan tidak membaik dengan terapi standar.
Pada kasus tertentu yang lebih persisten, kronis, atau disertai masalah struktural yang serius, tindakan pembedahan dapat menjadi salah satu pilihan apabila memang diperlukan berdasarkan hasil evaluasi medis.
Low back pain bukan hanya masalah yang dialami orang tua atau pekerja yang sering mengangkat beban berat. Gaya hidup sedentari, terlalu lama duduk, teknik olahraga yang kurang tepat, aktivitas fisik berlebihan, hingga faktor psikologis dapat berperan terhadap munculnya nyeri punggung bawah.
Langkah sederhana seperti tetap aktif sesuai kemampuan, berolahraga secara rutin, melakukan stretching, menghindari duduk terlalu lama, dan berhenti merokok dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan punggung. Jika nyeri punggung bawah menetap, berulang, atau menimbulkan kekhawatiran, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter agar dapat dilakukan evaluasi dan penanganan yang tepat.
National Hospital didukung oleh teknologi medis yang canggih serta tim multidisiplin yang berpengalaman dan kompeten, sehingga pasien dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang komprehensif sesuai dengan kondisi masing-masing. Jangan menunggu hingga nyeri semakin mengganggu aktivitas sehari-hari. Segera periksakan keluhan nyeri punggung bawah ke National Hospital untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat.