Kesehatan pencernaan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Usus yang sehat tidak hanya memastikan proses penyerapan nutrisi berjalan optimal, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga daya tahan tubuh dan membantu menurunkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker kolon atau kanker usus besar.
Sayangnya, pola hidup modern seperti rendah konsumsi serat, kurang aktivitas fisik, serta tingginya konsumsi makanan olahan menjadi faktor yang semakin meningkatkan risiko gangguan pencernaan dan kanker kolon. Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi, dr. Husin Thamrin, Sp.PD-KGEH, FINASIM menjelaskan bahwa kesehatan usus sangat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
"Sistem pencernaan yang sehat memungkinkan tubuh menyerap nutrisi secara optimal sehingga metabolisme, energi, sistem imun, dan kualitas hidup tetap terjaga. Sebaliknya, ketika kesehatan usus terganggu, berbagai fungsi tubuh ikut terdampak dan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk kanker kolon," jelas dr. Husin Thamrin.
Kanker kolon merupakan salah satu jenis kanker dengan jumlah kasus tertinggi di dunia dan menjadi penyebab kematian akibat kanker terbanyak keempat secara global. Yang perlu menjadi perhatian, angka kejadian kanker kolon pada kelompok usia di bawah 50 tahun terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Kondisi ini diperparah karena gejala awal sering kali tidak khas sehingga banyak pasien baru terdiagnosis saat penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Menurut dr. Husin, kanker kolon berkembang secara bertahap akibat kombinasi berbagai faktor, seperti kerusakan sel, peradangan kronis, gangguan sistem imun, hingga kegagalan mekanisme perbaikan DNA. Selain faktor usia dan riwayat keluarga yang tidak dapat diubah, sebagian besar faktor risiko berasal dari gaya hidup yang dapat dimodifikasi.
Konsumsi makanan tinggi serat, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, cukup tidur, mengelola stres, serta membatasi makanan olahan merupakan langkah penting dalam menurunkan risiko penyakit ini. Selain menerapkan gaya hidup sehat, deteksi dini juga menjadi kunci pencegahan kanker kolon.
Masyarakat perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami tanda-tanda seperti buang air besar disertai darah, perubahan pola buang air besar yang menetap, nyeri perut berulang, penurunan berat badan tanpa sebab, anemia, atau perut yang sering terasa kembung dalam waktu lama. Bagi individu dengan riwayat keluarga kanker usus, skrining sebaiknya dilakukan lebih awal sesuai rekomendasi dokter.
Pemeriksaan kolonoskopi hingga saat ini masih menjadi gold standard dalam deteksi dini kanker kolorektal. Melalui prosedur ini, dokter dapat mendeteksi bahkan mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga peluang pencegahan dan keberhasilan pengobatan menjadi jauh lebih tinggi.
Sebagai rumah sakit yang didukung oleh tim dokter spesialis berpengalaman dan fasilitas diagnostik yang komprehensif, National Hospital menyediakan layanan skrining, diagnosis, hingga penanganan kanker kolon secara menyeluruh sesuai kebutuhan setiap pasien. Melalui edukasi, deteksi dini, dan penanganan yang tepat, National Hospital mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan pencernaan sebagai investasi kesehatan jangka panjang.
"Menjaga kesehatan usus hari ini adalah langkah penting untuk melindungi kesehatan tubuh di masa depan. Dengan pola hidup sehat dan skrining yang tepat, risiko kanker kolon dapat ditekan dan peluang kesembuhan meningkat melalui deteksi dini," tutup dr. Husin Thamrin, Sp.PD-KGEH, FINASIM.