National Hospital Dukung Penguatan Ekosistem Parkinson Indonesia untuk Tingkatkan Kualitas Hidup

National Hospital menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem layanan Parkinson di Indonesia melalui dukungannya terhadap penyelenggaraan Indonesia Parkinson Ecosystem Forum 2026 yang digagas oleh Yayasan Sahabat Parkinson Indonesia.

Mengangkat tema "Membangun Ekosistem Parkinson Indonesia: Dari Kepedulian Menuju Kolaborasi Terintegrasi", forum yang berlangsung pada Selasa (22/9) di Jakarta ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari sektor kesehatan, pemerintah, organisasi profesi, akademisi, rumah sakit, hingga komunitas.

Dalam forum tersebut, National Hospital turut berkontribusi melalui Dr. dr. Achmad Fahmi, Sp.BS., Subsp.NF(K), FINPS, IFAANS, yang hadir sebagai salah satu narasumber. Dr. Achmad Fahmi juga tercantum sebagai pionir implementasi Deep Brain Stimulation (DBS) untuk Parkinson di Indonesia.

Kehadiran Dr. Achmad Fahmi menjadi bagian dari kontribusi National Hospital dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai tata laksana Parkinson, khususnya terkait peran intervensi bedah saraf dan terapi DBS bagi pasien yang memenuhi indikasi.

"Kami di bagian medis hanya bagian kecil dari ekosistem perawatan pasien Parkinson. Ada caregiver, keluarga, komunitas, dan berbagai bentuk dukungan lainnya. Yang penting adalah saling menyemangati, membangun optimisme, semangat, dan percaya diri," ujar Dr. dr. Achmad Fahmi.

Menurutnya, penanganan Parkinson tidak dapat hanya mengandalkan intervensi medis. Dukungan jangka panjang dari komunitas, keluarga, dan caregiver juga berperan penting dalam membantu pasien menjalani kehidupan dengan lebih optimal.

"Harapan kami, Sahabat Parkinson Indonesia terus berkelanjutan untuk saling menyemangati dalam jangka panjang, supaya kualitas hidup menjadi jauh lebih baik. Meskipun ada DBS, terapi maupun obat-obatan, yang paling penting juga adalah optimisme, semangat, dan percaya diri," tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua Yayasan Sahabat Parkinson Indonesia, Albert Sebastian. Ia menegaskan bahwa Parkinson bukan hanya mengenai tremor atau gangguan gerak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas hidup, keluarga, pekerjaan, kemandirian, dan masa depan penyandang Parkinson.

"Parkinson bukan hanya tentang tremor dan gerakan yang melambat. Parkinson menyangkut kualitas hidup, keluarga, pekerjaan, kemandirian, dan masa depan. Karena itu, kita membutuhkan bukan sekadar kepedulian, tetapi kolaborasi yang terintegrasi," ujar Albert.

Albert juga menekankan pentingnya mengubah cara pandang terhadap penyandang Parkinson sebagai individu yang tetap memiliki semangat untuk berkarya dan berkontribusi.

"Kami ingin mengubah cara pandang penyandang Parkinson bukan sekadar orang yang bertahan. Kami adalah pejuang yang tetap ingin sehat, tetap ingin berkarya, tetap ingin bekerja, dan tetap ingin memberi kontribusi untuk keluarga dan masyarakat," lanjutnya.

Melalui Indonesia Parkinson Ecosystem Forum 2026, Sahabat Parkinson Indonesia bersama para mitra, termasuk National Hospital, mendorong kolaborasi lintas sektor yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat dukungan bagi penyandang Parkinson dan caregiver sekaligus berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup para pejuang Parkinson dan keluarganya di Indonesia.


Baca berita selengkapnya di sini:

Penanganan Parkinson Tak Cukup Hanya Medis, National Hospital Tekankan Pentingnya Support System

Penanganan Parkinson Perlu Dukungan Terintegrasi, Tak Cukup Hanya Terapi Medis

Tingkatkan Kualitas Hidup, National Hospital Dukung Penguatan Ekosistem Parkinson Indonesia

National Hospital Dukung Penguatan Ekosistem Parkinson Indonesia

Parkinson Bukan Sekadar Tremor, Ekosistem Dukungan Pasien Perlu Diperkuat

National Hospital Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Parkinson Indonesia