Perjalanan jauh atau duduk dalam waktu yang lama dengan durasi lebih dari empat jam, sering kali membuat seseorang hanya berdiam diri tanpa banyak bergerak. Kondisi ini ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya Deep Vein Thrombosis (DVT) yakni pembentukan bekuan darah pada pembuluh vena dalam, terutama di area kaki.
DVT merupakan kondisi yang tidak boleh dianggap sepele karena bekuan darah yang terbentuk dapat terlepas dan bergerak terbawa aliran darah menuju paru-paru hingga akhirnya berisiko menyebabkan emboli paru (pulmonary embolism) yang berpotensi mengancam nyawa.
Menurut dr. Vici Heliyana Ernesta Tanggo, Sp.B, Subsp.BVE (K), Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular National Hospital, masyarakat perlu mengenali tanda-tanda DVT, terutama setelah aktivitas yang menyebabkan tubuh tidak banyak bergerak dalam waktu lama.
"Apabila seseorang sering bepergian jauh atau naik pesawat lebih dari empat jam, jangan meremehkan bila tiba-tiba kaki mengalami bengkak. Duduk dalam waktu lama dapat memperlambat aliran darah di pembuluh vena sehingga meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah atau Deep Vein Thrombosis (DVT)," jelas dr. Vici.
Sebagai bagian dari layanan vaskular modern, National Hospital kini menyediakan tindakan aspiration thrombectomy menggunakan teknologi Penumbra untuk pasien DVT dengan indikasi yang sesuai. Tindakan ini merupakan prosedur endovascular minimal invasif yang dilakukan dengan memasukkan kateter ke dalam pembuluh darah untuk menyedot dan mengeluarkan bekuan darah menggunakan sistem suction.
"Prosedurnya dilakukan dengan memasukkan kateter melalui pembuluh darah hingga mencapai lokasi bekuan darah. Setelah itu, bekuan darah disedot menggunakan teknologi Penumbra. Kemudian dilakukan evaluasi dengan kontras dan bila diperlukan dilakukan pelebaran pembuluh darah menggunakan balon agar aliran darah kembali optimal," lanjut dr. Vici.
Dengan pemilihan pasien yang tepat, tindakan ini dapat membantu mengembalikan aliran darah, mengurangi pembengkakan, serta menurunkan risiko komplikasi jangka panjang akibat DVT. Salah satu keunggulan aspiration thrombectomy adalah proses pemulihan yang relatif cepat dibandingkan tindakan konvensional.
Dibandingkan tindakan terbuka, aspiration thrombectomy menawarkan pendekatan yang lebih minimal invasif dengan luka tindakan yang lebih kecil. Selain itu, waktu pemulihan pasiennya pun relatif lebih cepat.
"Keunggulan tindakan ini adalah lukanya minimal dan proses pemulihannya yang cepat. Pada banyak kasus, pasien dapat pulang keesokan harinya, atau paling lama membutuhkan perawatan sekitar dua hari, tergantung kondisi masing-masing pasien,” jelas dr. Vici.
Namun, tindakan ini tetap membutuhkan evaluasi menyeluruh oleh dokter spesialis untuk memastikan pasien mendapatkan terapi yang paling sesuai. Deteksi dan penanganan dini menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat DVT.
Dengan dukungan teknologi modern seperti aspiration thrombectomy menggunakan Penumbra, National Hospital terus berkomitmen menghadirkan layanan vaskular dan endovaskular yang aman, efektif, serta berorientasi pada kebutuhan pasien. Maka jangan abaikan perubahan pada tubuh Anda.
Jika mengalami gejala yang mengarah pada DVT, seperti pembengkakan pada salah satu kaki, nyeri, rasa hangat, atau perubahan warna kulit yang disertai dengan sesak nafas, segera konsultasikan dengan dokter spesialis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.