National Hospital Kolaborasi dengan Sahabat Parkinson Indonesia Memberikan Harapan

Parkinson bukan akhir, melainkan perjalanan penuh makna. Sejak 2012, National Hospital hadir memberikan layanan penanganan parkinson bersama Dr dr Achmad Fahmi, SpBS, Subsp. NF, FINPS, IFAANS – Neuro Functional Surgeon di National Hospital Neuroscience Center.

Pada 2013 lalu, National Hospital dengan dokter Fahmi begitu sapaan akrab dari Dr dr Achmad Fahmi, SpBS, Subsp. NF, FINPS, IFAANS mendulang penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Dokter Fahmi berhasil membawa Surabaya menjadi kota pertama yang melakukan operasi parkinson.

Parkinson bukan akhir perjalanan seseorang. Ada api harapan yang dijaga bersama. Karena itu, National Hospital berkomitmen terus hadir untuk parkinson survivor.

National Hospital berkolaborasi dengan Sahabat Parkinson Indonesia menghadirkan semangat dan cinta bagi setiap penyintas. Bersama Melangkah untuk menjaga asa!

Bagaimana Dokter Mengetahui Seseorang Mengidap Parkinson?

Diagnosis Parkinson terutama didasarkan pada pemeriksaan klinis, bukan dengan tes laboratorium. Ada empat gejala khas yang sering digunakan dokter untuk mengenalinya, dengan singkatan TRAP:

  1. Tremor → getaran tubuh yang muncul saat istirahat, misalnya tangan bergetar tanpa disadari.
  2. Rigidity → otot terasa kaku.
  3. Akinesia (Bradykinesia) → gerakan tubuh menjadi lambat atau sulit memulai gerakan.
  4. Postural Instability → gangguan keseimbangan tubuh.

Dokter juga biasanya mencoba memberikan obat Levodopa. Bila setelah minum obat gejala berkurang meski hanya bertahan sebentar, hal itu bisa menjadi petunjuk kuat adanya Parkinson.

Pemeriksaan tambahan seperti MRI otak umumnya dipakai untuk menyingkirkan penyakit lain yang mirip Parkinson, misalnya hidrosefalus, perdarahan otak, atau penyusutan otak.

Bisakah Parkinson Dicegah?

Sayangnya, karena penyebab pastinya belum jelas, hingga kini belum ada cara pencegahan yang benar-benar terbukti. Namun, beberapa hal diduga berhubungan dengan Parkinson, seperti riwayat benturan kepala, paparan zat kimia, proses penuaan, hingga faktor genetik.

Kapan Pasien Membutuhkan Operasi?

Tidak semua pasien Parkinson perlu operasi. Operasi biasanya dipertimbangkan bila:

  1. Obat tidak lagi bekerja optimal meskipun masih ada sedikit manfaat.
  2. Efek samping obat terasa berat dan mengganggu aktivitas.
  3. Gejala membuat pasien sulit melakukan kegiatan sehari-hari.

Perlu diingat, operasi tidak menyembuhkan Parkinson, tetapi dapat membantu mengurangi gejala agar hidup lebih nyaman.