National Hospital Launches the First Intensive Cardio Cerebro Vascular Care Unit and Enhanced External Counterpulsation (EECP) in Eastern Indonesia

SURABAYA – National Hospital memperkenalkan layanan terintegrasi terbaru untuk penanganan masalah kesehatan jantung. Layanan tersebut meliputi Intensive Cardio Cerebro Vascular Care Unit dan Enhanced External Counterpulsation (EECP).

Medical and Nursing General Manager National Hospital, dr. Jordan Bakhriansyah, SpJP, FIHA, FESC, mengatakan bahwa National Hospital dilengkapi fasilitas Cathlab yang beroperasi selama 24 jam dan terintegrasi penuh dengan ICU serta kamar operasi.

“Satu lantai, satu pelayanan, terintegrasi sepenuhnya,” ujar Wakil Ketua II Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PP PERKI) periode 2025–2028 tersebut.

Dr. Jordan menambahkan bahwa Cathlab National Hospital juga telah dilengkapi dengan sistem ARTIS Icono Biplane Pro. Salah satu keunggulan teknologi ini adalah kemampuannya memberikan hasil diagnosis yang lebih cepat dan lebih komprehensif bagi pasien.

“National Hospital berkomitmen menghadirkan fasilitas pelayanan jantung terpadu yang cepat dan responsif. Kami memiliki sistem Biplane di Cathlab, didukung oleh Intensive Cardio Cerebro Vascular Care Unit serta EECP,” jelasnya.

Intensive Cardio Cerebro Vascular Care Unit merupakan layanan perawatan intensif yang secara khusus berfokus pada kasus-kasus jantung. Unit ini diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan serta meningkatkan hasil penanganan penyakit jantung dan pembuluh darah.

“Sementara itu, EECP berfungsi sebagai terapi adjuvan atau terapi tambahan, khususnya bagi pasien yang sudah mendapatkan terapi medis maksimal dan tidak lagi cocok untuk tindakan intervensi maupun operasi,” tambahnya.

Dr. Jordan juga mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan gangguan jantung. Ia mengungkapkan bahwa jumlah kasus penyakit jantung di Indonesia terus meningkat, dan usia pasien pun kini semakin muda.

“Penyakit jantung tidak lagi hanya menyerang pasien usia lanjut; sekarang semakin banyak usia muda yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur National Hospital, dr. Hendera Henderi, SpOG, MHPM, menyatakan bahwa pihak rumah sakit siap memberikan pelayanan optimal dan kolaboratif bersama para dokter spesialis lain dalam penanganan kasus jantung.

“Kami memiliki banyak center of excellence, termasuk kardiologi, bedah jantung, bedah vaskular, neurologi, dan bedah saraf,” katanya.

CEO National Hospital, Ang Hoey Tiong, berharap kehadiran layanan Intensive Cardio Cerebro Vascular Care Unit dan Enhanced External Counterpulsation (EECP) dapat membantu pasien yang mengalami gangguan jantung, terutama mereka yang memerlukan pendekatan pengobatan dengan risiko lebih rendah.

“Layanan unggulan di National Hospital kini semakin lengkap bagi masyarakat Indonesia. Tidak perlu lagi berobat ke luar negeri, karena rumah sakit di Indonesia, termasuk National Hospital, kini telah memiliki fasilitas medis yang canggih,” pungkasnya.