Gangguan-gangguan saraf bukanlah sesuatu yang bisa dianggap sepele. Penanganan yang tepat dan cepat dapat memberikan hidup yang lebih baik. Gangguan saraf bisa beragam seperti Stroke, Parkinson, Epilepsi hingga Tumor Otak. Saat ini, stroke masih menjadi penyakit dengan angka kematian tertinggi di Indonesia.
Terkait hal ini, National Hospital memiliki pusat unggulan bedah saraf Neuroscience Center (NHNC) yang memberikan penangan modern dan cepat dalam menangani gangguan saraf dengan minimsl invasif. Didukung dengan peralatan medis canggih, tim medis berpengalaman National Hospital akan memberikan pengobatan yang akurat.
Salah satunya masalah stroke, National Hospital memiliki layanan terpadu dan penanganan cepat untuk serangan stroke yang dimulai dari IGD begitu pasien sampai di rumah sakit. Dalam talkshow spesial bersama Suara Surabaya, dokter spesialis bedah saraf, Dr. dr. Nur Setiawan Suroto.,SpBS.,N.Vasc.(K) juga menyampaikan penanganan modern dengan trombektomi.
"Di IGD National Hospital ada CT Scan dengan AI, jadi artinya kita bisa segera pastikan kalau memang pembuluh darahnya terganggu. Dengan CT Scan dan MRI itu lebih akurat. Kemudian ketika ada stroke penyumbatan, saat periode emas atau golden period, IGD akan memberikan obat untuk mengencerkan pembekuannya," ujar Dr. dr. Nur Setiawan Suroto.,SpBS.,N.Vasc.(K) pada 19 Mei 2026.
"Atau ketika sumbatannya besar, maka bisa dilakukan tindakan trombektomi. Jadi sumbatannya diambil pakai kateter. Tindakan ini minimal invasif, bukan operasi. Dengan kecanggihan teknologi saat ini, tidak semua harus diselesaikan dengan operasi, juga bisa pilih tindakan minim invasif," sambung Dr. dr. Nur.
Lebih lanjut, Dr. dr. Achmad Fahmi, SpBS, Subsp.N.F(K) menyampaikan bahwa penanganan penyakit Parkinson saat ini telah berkembang pesat dengan dukungan teknologi bedah saraf modern yang dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien.
Menurut beliau, National Hospital menjadi salah satu pusat layanan bedah saraf yang memiliki fasilitas dan peralatan lengkap untuk penanganan gangguan gerak, termasuk tindakan Deep Brain Stimulation (DBS). National Hospital juga dikenal sebagai salah satu pionir tindakan operasi DBS di Indonesia, dengan pengalaman penanganan lebih dari 500 pasien Parkinson yang telah menjalani operasi.
"Penanganan Parkinson tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga bagaimana pasien dapat kembali menjalani aktivitas dengan lebih nyaman dan mandiri. Dengan dukungan teknologi yang lengkap dan pengalaman tim medis, kami berupaya memberikan hasil terapi yang optimal bagi pasien," terang dr. Achmad Fahmi.
Selain Parkinson, layanan bedah saraf fungsional di National Hospital juga menangani kasus trigeminal neuralgia dan hemifacial spasm melalui tindakan bedah saraf modern sesuai indikasi medis pasien. Trigeminal neuralgia merupakan nyeri wajah berat yang sering dirasakan seperti tersengat listrik, sedangkan hemifacial spasm menyebabkan kedutan wajah yang berlangsung berulang dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kedua kondisi tersebut dapat ditangani dengan pendekatan bedah saraf yang presisi dan minimal invasif. "Kami berharap masyarakat semakin mengenal bahwa berbagai gangguan saraf seperti Parkinson, nyeri saraf wajah, hingga kedutan wajah dapat ditangani dengan teknologi dan layanan yang tersedia di National Hospital," tambahnya.
Selain itu, National Hospital juga memiliki fasilitas untuk mengobati gangguan saraf epilepsi yakni Long Term EEG Monitoring dan MRI 3T Signa™️ Architect Air 128 Channel + AI Sonic DL™️. EEG digunakan untuk merekam aktivitas otak dalam jangka waktu yang panjang. Dengan begitu, dokter bisa menemukan sumber dari masalah epilepsi pasien tersebut.
"Kita punya fasilitas perekaman Long Term EEG Monitoring, jadi kita rekam sampai pasiennya kejang rata-rata 4-5 hari. Pada saat kejang itu, kita bisa mendeteksi nanti apakah seluruh otaknya yang kejang atau ini hanya satu area otak saja yang jadi sumber utamanya. Itu kita bisa melihat progress penyebaran gelombang otaknya," kata dr. Heri Subianto., SpBS.,N.F(K) di acara yang sama.
"Termasuk dengan klinis pasiennya, wajahnya seperti apa, tangannya menekuk seperti apa, itu bisa kelihatan semua. Baru setelah itu kita screening pakai MRI 3Tesla khusus, harus disinkronkan EEG cocok dengan MRI. Tapi tetap obat jadi pilihan pertama dan operasi juga tidak bisa menggantikan obat. Setelah obat tidak juga membaik, baru kita pertimbangkan untuk operasi," pungkas dr. Heri.
Jadi jangan ragu untuk memeriksakan kondisi gangguan saraf yang Anda alami dengan teknologi mutakhir dan penangan professional di National Hospital. Anda bisa melakukan pendaftaran ke nomor WhatsApp 0813-1000-517.