Penyakit Parkinson merupakan salah satu gangguan neurodegeneratif yang progresif, dan sering kali dikaitkan dengan proses penuaan. Namun, benarkah penyebab Parkinson adalah faktor usia semata?
Faktanya, penyakit ini dipicu oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Dalam artikel ini, kami akan membahas lebih dalam tentang penyebab utama Parkinson serta mengapa usia hanyalah salah satu bagian dari gambaran besar penyebab penyakit ini.
Penyebab Parkinson adalah topik yang kompleks karena penyakit ini tidak memiliki satu pemicu tunggal.
Sebaliknya, terdapat kombinasi antara perubahan biologis, faktor genetik, hingga pengaruh lingkungan yang berperan dalam menurunkan fungsi sistem saraf, khususnya produksi dopamin di otak. Simak uraian lengkapnya berikut ini.
Parkinson terjadi akibat menurunnya kadar dopamin, yakni neurotransmitter yang mengatur koordinasi gerakan tubuh. Penurunan ini menyebabkan gangguan motorik seperti tremor, kekakuan otot, dan lambatnya gerakan.
Kondisi ini muncul akibat kerusakan sel saraf di area substantia nigra otak, yang secara perlahan kehilangan kemampuannya untuk memproduksi dopamin secara optimal.
Memang benar bahwa usia menjadi salah satu faktor risiko utama. Umumnya, Parkinson mulai muncul setelah usia 55 tahun. Seiring bertambahnya usia, kemampuan sel saraf dalam menjalankan fungsinya menurun secara alami.
Kerusakan sel akibat penuaan ini dapat mempercepat terjadinya gangguan produksi dopamin. Namun perlu dicatat, usia bukan satu-satunya penyebab, ada banyak faktor lain yang turut berkontribusi.
Beberapa kasus Parkinson juga ditemukan pada individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa. Walaupun sebagian besar kasus bersifat sporadis (tidak diwariskan), adanya mutasi gen tertentu seperti SNCA atau LRRK2 dapat meningkatkan risiko.
Faktor genetik ini masih menjadi objek penelitian intensif, tetapi sudah jelas bahwa keturunan bisa menjadi salah satu pemicu, meski tidak selalu menentukan.
Paparan bahan kimia berbahaya seperti pestisida, herbisida, atau logam berat juga dikaitkan dengan peningkatan risiko Parkinson. Lingkungan tempat tinggal atau pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan zat-zat ini dapat merusak sistem saraf secara bertahap.
Beberapa studi menunjukkan bahwa orang yang tinggal di area pertanian atau industri kimia memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
Trauma otak yang berulang, seperti yang sering dialami oleh atlet olahraga kontak atau pekerja dengan risiko kecelakaan tinggi, juga dikaitkan dengan Parkinson.
Cedera kepala dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan pada jaringan otak, termasuk pada area yang berfungsi memproduksi dopamin. Dalam jangka panjang, kerusakan ini dapat berkembang menjadi gangguan motorik kronis.
Penanganan Parkinson tidak hanya melibatkan dokter spesialis saraf, akan tetapi juga dokter spesialis bedah saraf yang berperan penting dalam pengananan gejala parkinson melalui tindakan operasi, terutama bagi penderita parkinson yang sudah tidak efektif dengan obat-obatan.
Dokter Spesialis bedah saraf dapat membantu mengatasi gejala parkinson seperti tremor, kekakuan, kelambatan, dan gangguan keseimbangan melalui tindakan operasi Stereotaktik Brain Lesion dan juga Implantasi Deep Brain Stimulation (DBS).
Tindakan operasi ini dapat mengatasi gejala parkinson hingga 90% membaik jika dibandingkan dengan pasien yang hanya menggunakan obat-obatan parkinson.
Selain pengobatan farmakologis, dan tindakan operasi, terapi pendukung seperti fisioterapi atau rehabilitasi fungsional juga bermanfaat untuk mendukung pemulihan kondisi dari penderita parkinson. Pendekatan multidisiplin ini membantu meningkatkan kualitas hidup pasien serta memperlambat progresivitas penyakit.
National Hospital Surabaya menghadirkan pelayanan terpadu untuk pasien Parkinson melalui kolaborasi antarspesialis, termasuk prakter dokter spesialis bedah saraf dan dokter saraf. Rumah sakit ini didukung oleh fasilitas modern, laboratorium canggih, serta tim medis berpengalaman yang mampu menangani kasus Parkinson secara komprehensif.
Salah satu dokter spesialis bedah saraf senior konsultan dan ahli parkinson di National Hospital adalah Dr. dr. Achmad Fahmi, SpBS(K)Subsp.NF.,FINPS.,IFAANS, yang mendalami khusus penanganan Parkinson serta sebagai peneliti Parkinson, dan turut serta berkontribusi aktif sebagai pembicara di tingkat International. Anda dapat mengakses informasi lengkap jadwal praktik dokter serta layanan yang tersedia melalui situs resmi National Hospital.
Dengan penanganan medis yang tepat, pasien Parkinson dapat menjalani hidup lebih baik dan produktif. Jika mengalami gejala yang mencurigakan, segera konsultasikan dengan dokter internis untuk evaluasi lebih lanjut. Ingat, penyebab Parkinson adalah hasil dari interaksi banyak faktor, bukan semata-mata karena usia.