Pertama di Indonesia Timur, National Hospital Operasi Laparaskopi dengan Robot

SURABAYA – Industri healthcare di Indonesia semakin berkembang dengan pesat. Salah satunya inovasi yang dibawa oleh National Hospital. Pertama di Indonesia Timur, National Hospital melakukan operasi laparaskopi dengan robot oleh dr Robert Hunan Purwaka, Sp.OG, D.MAS, F.MIS.

National Hospital memperkenalkan Edge Medical MP1000 Multi-port Endoscopic Surgical Robot System, sebuah sistem robotik laparoskopi canggih. Sistem tersebut diklaim mampu meningkatkan presisi dan keamanan tindakan bedah secara signifikan.

“Kalau laparoskopi biasa dilakukan dengan tangan secara langsung, kini kita dibantu dengan teknologi robotik. Namun, robot ini tidak bekerja sendiri. Seluruh gerakan tetap dikendalikan penuh oleh dokter,” ujar dr Robert Hunan Purwaka, Sp.OG, D.MAS, F.MIS di National Hospital.

Dokter Robert menyelesaikan operasi laparaskopi dengan robotic selama 100 menit. Dokter Robert merupakan dokter dengan fellowship in Minimally Invasive Surgery (Laparoscopy) Unit, KK Hospital, Singapore.

Dokter Robert mengungkapkan bahwa sistem robotik ini terdiri dari tiga bagian utama. Yakni, konsol bedah, tower monitor, dan konsol robotik. Ketiga bagian tersebut dikendalikan oleh dokter. Dari konsol bedah menggunakan joystick untuk mengatur kamera dan instrumen bedah yang digerakkan oleh lengan robot.

“Dokter mengendalikan arah pandangan, pergerakan alat, membuka, menutup, memutar, dan memegang jaringan melalui joystick. Rasanya seperti tangan kita benar-benar masuk ke dalam tubuh pasien,” jelasnya.

Selain untuk dokter obgyn, robot yang dibawa oleh National Hospital itu juga digunakan bidang lain. Yaitu, digestif dan urologi. Untuk bidang kandungan, robotic surgery digunakan operasi pengangkatan rahim, miom, kista, hingga kasus perlengketan yang kompleks.

Sementara itu, di bidang digestif, robotic surgery mendukung operasi kompleks pada usus buntu, batu empedu, liver, pancreas, hingga pemotongan lambung. Lalu, bidang urologi untuk tindakan seperti operasi prostat dan ginjal.

Dokter Robert menambahkan, Keunggulan utama robot tersebut terletak pada presisi tinggi dan fleksibilitas alat yang melampaui laparoskopi konvensional. Robotic surgery dapat mengurangi risiko pendarahan dan komplikasi, jaringan sehat lebih terjaga, dan pemulihan pasien lebih cepat. Selain itu, durasi operasi kompleks yang biasanya memakan waktu hingga 8–10 jam, bisa dipang kas sekitar 50 persen.

CEO National Hospital Ang Hoey Tiong menuturkan, pihaknya secara berkelanjutan menghadirkan layanan dan teknologi terbaik dunia sebagai bagian dari visi National Hospital. Yakni, untuk memberikan pelayanan kesehatan berstandar internasional di Indonesia.

“Teknologi ini memungkinkan tingkat presisi yang sangat tinggi, sayatan lebih minimal, tingkat akurasi yang optimal, serta pemulihan pasien yang lebih cepat dan aman. Pada akhirnya yang kami hadirkan bukan hanya kecanggihan teknologi melainkan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien,” jelasnya.