Skrining Trimester Pertama: Langkah Penting untuk Memantau Kesehatan Ibu dan Janin Sejak Awal Kehamilan

Di balik kebahagiaannya, kehamilan merupakan masa yang penuh perubahan dan memerlukan pemantauan kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisi ibu dan janin tetap optimal. Salah satu pemeriksaan penting yang direkomendasikan pada awal kehamilan adalah skrining trimester pertama.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk membantu mendeteksi beberapa kondisi yang dapat berpotensi mempengaruhi perkembangan kehamilan. Melalui pemeriksaan ini, dokter akan memperoleh informasi penting mengenai pertumbuhan janin dan menentukan apakah perlu pemeriksaan lanjutan. Berikut penjelasan skrining trimester pertama!

Apa Itu Skrining Trimester Pertama?

Skrining trimester pertama adalah serangkaian pemeriksaan yang idealnya dilakukan pada usia kehamilan sekitar 10 hingga 14 minggu, untuk menilai risiko adanya kelainan kromosom atau kelainan bawaan pada janin. Pada rentang waktu ini, ukuran janin memungkinkan dokter melakukan pengukuran tertentu yang menjadi bagian penting dalam penilaian risiko.

Melakukan pemeriksaan pada waktu yang tepat akan meningkatkan akurasi hasil skrining. Sehingga penting untuk datang melakukan pemeriksaan dalam window usia kehamilan tersebut agar hasil pemeriksaannya optimal. Dengan deteksi dini, calon orang tua memiliki kesempatan untuk mendapatkan edukasi, perencanaan, dan penanganan yang sesuai selama masa kehamilan.

Dalam pemeriksaan ini, dokter akan menilai beberapa parameter penting, di antaranya:

  1. Nuchal Translucency (NT) atau ketebalan cairan di belakang leher janin
  2. Aliran darah pada area perut janin
  3. Aliran darah pada jantung janin
  4. Keberadaan tulang hidung (nasal bone) janin

Hasil dari seluruh parameter tersebut akan digunakan untuk memperkirakan risiko adanya kelainan kromosom atau kelainan bawaan pada janin. Apabila ditemukan hasil yang mengarah pada peningkatan risiko, dokter dapat menyarankan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan informasi yang lebih akurat.

Penting untuk diketahui bahwa skrining trimester pertama bukan merupakan pemeriksaan diagnostik, melainkan pemeriksaan yang menilai tingkat risiko. Hasil skrining tidak dapat memastikan ada atau tidaknya kelainan pada janin, tetapi dapat membantu menentukan apakah diperlukan pemeriksaan lanjutan.

Penting juga menekankan bahwa skrining trimester pertama, sebagaimana dengan pemeriksaan USG saat hamil, ada standar pengambilan gambar yg harus dipenuhi untuk mengoptimalkan akurasi pemeriksaan. Sehingga penting untuk bertemu dengan dokter spesialis kandungan yang memang terlatih untuk ini, biasanya pemeriksaan ini dilakukan oleh dokter spesialis kandungan konsultan fetomaternal.

Mengapa Pemeriksaan Trimester Pertama Penting?

Kunjungan pada trimester pertama bukan hanya untuk memastikan kehamilan berjalan dengan baik dan berkembang sesuai usia genetasi, skrining trimester pertama juga memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  1. Memastikan jumlah janin
  2. Menentukan usia kehamilan secara akurat
  3. Memastikan lokasi dan jumlah janin
  4. Menilai viabilitas janin melalui denyut jantung
  5. Mengidentifikasi risiko kelainan kromosom, seperti trisomi 21 (Down syndrome), trisomi 18, dan trisomi 13
  6. Mendeteksi dini beberapa kelainan struktural mayor
  7. Menilai risiko komplikasi kehamilan tertentu, seperti preeklampsia dan gangguan pertumbuhan janin pada sebagian pasien

Deteksi dini ini memberikan kesempatan bagi dokter untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap kepada calon orang tua serta menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya apabila diperlukan.

Rangkaian Skrining Trimester Pertama

Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, umumnya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pendahuluan pada ibu, yang mencakup penilaian berat dan tinggi badan, serta tanda-tanda vital bumil, yang meliputi tekanan darah, denyut jantung, suhu tubuh dan frekuensi napas. Tak hanya itu, ada beberapa pemeriksaan lain diantaranya:

1. Konsultasi dan Penilaian Faktor Risiko Ibu

Tahap pertama dimulai dengan anamnesis atau wawancara medis. Dokter akan mengumpulkan informasi mengenai:

  1. Usia ibu
  2. Riwayat kehamilan sebelumnya
  3. Riwayat keguguran atau bayi dengan kelainan bawaan
  4. Riwayat penyakit kronis, seperti diabetes atau penyakit autoimun
  5. Riwayat kelainan genetik dalam keluarga
  6. Penggunaan obat-obatan tertentu selama kehamilan

Informasi ini menjadi bagian penting dalam menghitung risiko individual terhadap kelainan kromosom maupun komplikasi kehamilan.

2. Pemeriksaan USG Trimester Pertama

USG merupakan komponen utama dalam skrining trimester pertama. Selain memastikan perkembangan kehamilan, dokter akan mengevaluasi berbagai parameter yang telah terbukti memiliki nilai dalam memperkirakan risiko kelainan kromosom diantaranya:

a. Pengukuran Nuchal Translucency (NT)

Nuchal translucency (NT) adalah ketebalan cairan yang berada di belakang leher janin. Peningkatan ketebalan NT berhubungan dengan meningkatnya risiko: Down syndrome (trisomi 21), Trisomi 18, Trisomi 13, kelainan jantung bawaan dan beberapa sindrom genetik lainnya. Pengukuran NT harus dilakukan menggunakan teknik yang terstandarisasi agar hasilnya akurat.

b. Pemeriksaan Tulang Hidung (Nasal Bone)

Pada sebagian janin dengan kelainan kromosom, tulang hidung dapat tampak tidak berkembang atau tidak terlihat pada pemeriksaan USG trimester pertama. Parameter ini menjadi salah satu penilaian tambahan dalam skrining risiko aneuploidi.

c. Pemeriksaan Aliran Darah Ductus Venosus

Ductus venosus merupakan pembuluh darah penting yang menghubungkan vena umbilikalis dengan sirkulasi janin. Melalui pemeriksaan Doppler, dokter dapat menilai pola aliran darah pada pembuluh tersebut. Pola yang abnormal dapat berkaitan dengan peningkatan risiko kelainan kromosom, gangguan fungsi jantung, maupun kelainan struktural tertentu.

d. Pemeriksaan Aliran Darah Katup Trikuspid

Penilaian Doppler pada katup trikuspid dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya regurgitasi (kebocoran aliran darah). Regurgitasi trikuspid ditemukan lebih sering pada janin dengan trisomi maupun kelainan jantung kongenital.

e. Evaluasi Anatomi Awal Janin

Meskipun organ janin belum berkembang sempurna, beberapa struktur sudah dapat dinilai, seperti: kepala dan otak, dinding perut, tulang belakang, tungkai, lambung dan kandung kemih. Kelainan anatomi mayor tertentu bahkan dapat mulai dikenali sejak trimester pertama.

3. Pemeriksaan Laboratorium

Selain pemeriksaan USG, skrining trimester pertama dapat dilengkapi dengan pemeriksaan darah ibu. Salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah NIPT (Non-Invasive Prenatal Testing), yaitu pemeriksaan yang menganalisis fragmen DNA yang berasal dari plasenta dan beredar di dalam darah ibu.

NIPT dapat dilakukan mulai usia kehamilan 10 minggu dan terutama digunakan untuk menilai risiko beberapa kelainan kromosom, seperti:

  1. Trisomi 21 (Down syndrome)
  2. Trisomi 18 (Edwards syndrome)
  3. Trisomi 13 (Patau syndrome)

Kelainan kromosom seks tertentu, tergantung jenis pemeriksaan yang digunakan

NIPT memiliki tingkat deteksi yang tinggi untuk beberapa kelainan kromosom. Namun, perlu dipahami bahwa NIPT merupakan pemeriksaan skrining, bukan pemeriksaan diagnostik, sehingga hasil dengan risiko tinggi belum dapat memastikan bahwa janin mengalami kelainan. Hasil NIPT akan dinilai secara menyeluruh bersama dengan hasil USG, pemeriksaan laboratorium, dan faktor risiko ibu.

Apabila ditemukan peningkatan risiko, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan lanjutan, termasuk pemeriksaan diagnostik tertentu, untuk memastikan kondisi janin. Sementara itu, ibu dengan hasil skrining berisiko rendah umumnya dapat melanjutkan pemantauan kehamilan secara rutin sesuai anjuran dokter.

Persiapan Sebelum Pemeriksaan

Pada umumnya, tidak diperlukan persiapan khusus untuk pemeriksaan USG trimester pertama. Namun, bila dokter merencanakan pemeriksaan darah tertentu, termasuk NIPT, ikuti petunjuk yang diberikan oleh tenaga medis. Ibu juga sebaiknya membawa hasil pemeriksaan kehamilan sebelumnya serta menyampaikan kepada dokter mengenai riwayat penyakit, kehamilan sebelumnya, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan riwayat kelainan genetik dalam keluarga.

Kesimpulan

Skrining trimester pertama merupakan bagian penting dalam pemantauan kehamilan untuk membantu dokter menilai perkembangan janin sekaligus memperkirakan risiko kelainan kromosom, kelainan struktural, dan komplikasi kehamilan tertentu sejak dini. Pemeriksaan USG trimester pertama dapat dilengkapi dengan pemeriksaan darah seperti NIPT, sesuai kebutuhan dan faktor risiko masing-masing ibu.

Melakukan pemeriksaan pada waktu yang tepat serta berkonsultasi dengan dokter dapat membantu calon orang tua memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi kehamilan dan menentukan langkah pemeriksaan selanjutnya bila diperlukan. Karena itu, jangan menunda pemeriksaan kehamilan dan konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi untuk menentukan jenis serta waktu skrining yang sesuai.

National Hospital hadir untuk mendampingi perjalanan kehamilan Anda melalui layanan pemeriksaan kehamilan dan skrining prenatal yang didukung oleh tenaga medis berpengalaman serta fasilitas yang memadai. National Hospital juga memiliki dua dokter spesialis obstetri dan ginekologi konsultan fetomaternal, yaitu dr. Frans O.H. Prasetyadi, Sp.OG, Subsp.KFM dan dr. Maurin Susanna, Sp.OG (K), yang dapat membantu memberikan konsultasi dan rekomendasi pemeriksaan sesuai kondisi kehamilan, termasuk skrining trimester pertama dan pemeriksaan penunjang seperti NIPT bila diperlukan.

Tim Dokter - Skrining Trimester Pertama: Langkah Penting untuk Memantau Kesehatan Ibu dan Janin Sejak Awal Kehamilan