Mata lelah atau kelelahan mata, dalam istilah medis disebut asthenopia merupakan kondisi yang umum terjadi akibat penggunaan mata secara berlebihan, terutama dalam waktu lama. Berikut ini ciri-ciri dan tanda-tanda mata lelah :
Jika gejala tersebut sering terjadi atau makin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter mata. Agar kesehatan mata tidak terabaikan, lakukan tips mengatasi dan mencegah mata lelah yang bisa kamu terapkan :
1. Terapkan Aturan 20-20-20
Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Ini membantu merilekskan otot mata.
2. Istirahatkan Mata Secara Berkala
Setiap 1–2 jam kerja di depan layar, ambil istirahat 10–15 menit. Gunakan waktu ini untuk berdiri, berjalan, atau menutup mata sejenak.
3. Atur Pencahayaan yang Baik
Hindari cahaya terlalu terang atau terlalu redup. Gunakan pencahayaan ruangan yang merata dan hindari pantulan langsung ke layar.
4. Gunakan Filter Layar atau Mode Gelap
Aktifkan mode malam/dark mode atau filter cahaya biru di perangkat elektronik untuk mengurangi ketegangan mata.
5. Perhatikan Jarak dan Posisi Layar
Jarak ideal antara mata dan layar adalah sekitar 50–70 cm. Posisikan layar sedikit di bawah garis pandang mata (sekitar 10–15 derajat).
6. Gunakan Tetes Mata Buatan
Jika mata kering, gunakan tetes mata yang sesuai untuk menjaga kelembaban.
7. Tingkatkan Frekuensi Berkedip
Saat menatap layar, kita cenderung berkedip lebih sedikit. Sadarilah dan usahakan lebih sering berkedip.
8. Konsumsi Makanan Sehat untuk Mata
Perbanyak vitamin A, C, E, lutein, dan omega-3 (misalnya dari wortel, bayam, ikan, kacang-kacangan).
9. Periksa Mata Secara Berkala
Minimal 1 tahun sekali, atau lebih sering jika punya keluhan atau menggunakan kacamata/lensa.
Selain itu, untuk memperhatikan kesehatan mata agar mata tidak sampai kelelahan, kamu bisa mencoba praktik senam mata sederhana. Senam mata sangat bisa membantu ketegangan yang terjadi pada otot mata. Terutama bagi mereka yang pekerjaan sehari-harinya harus berkutat di depan layar laptop, komputer atau gadget. Berikut panduan senam mata yang bisa dilakukan beberapa kali sehari :
1. Gerakan Atas–Bawah
Duduk tegak dan pandang lurus ke depan. Gerakkan mata perlahan ke atas (tanpa menggerakkan kepala), tahan 2–3 detik. Lalu arahkan mata ke bawah, tahan lagi 2–3 detik. Ulangi 5–10 kali.
2. Gerakan Kanan–Kiri
Lihat sejauh mungkin ke kanan, tahan 2–3 detik. Arahkan pandangan ke kiri, tahan 2–3 detik. Ulangi 5–10 kali.
3. Gerakan Melingkar
Putar mata searah jarum jam satu putaran penuh. Lalu putar berlawanan arah jarum jam. Ulangi 3–5 kali untuk tiap arah.
4. Fokus Jarak Dekat–Jauh
Angkat jari telunjuk sekitar 20–30 cm dari wajah dan fokuskan pandangan padanya. Lalu alihkan pandangan ke objek jauh (misalnya di ujung ruangan) selama 3–5 detik. Ulangi 10 kali.
5. Kedip Cepat
Kedipkan mata dengan cepat selama 15–20 detik. Istirahat sejenak dan ulangi 2–3 kali. Gerakan ini membantu melumasi mata secara alami.
6. Menutup Mata
Tutup mata rapat selama 5–10 detik, lalu buka. Lakukan 3–5 kali. Bisa juga kombinasikan dengan napas dalam agar lebih rileks.
Mata lelah yang diabaikan juga bisa menyebabkan sakit kepala kronis. Ketegangan otot mata bisa memicu sakit kepala yang sering kambuh, terutama di area sekitar mata dan dahi. Selain itu juga menyebabkan gangguan tidur. Paparan cahaya biru dari layar sebelum tidur bisa mengganggu ritme tidur alami (sirkadian), membuat sulit tidur atau tidur tidak nyenyak. Lalu bisa berkembang menjadi sindrom mata kering (dry eye syndrome) yang membutuhkan perawatan khusus.
Postur tubuh pun bisa buruk. Sebab untuk mengimbangi pandangan kabur, orang cenderung menunduk atau mendekat ke layar. Ini bisa menimbulkan nyeri leher, punggung, dan bahu. Mata lelah yang dibiarkan juga menyebabkan penurunan produktivitas dan konsentrasi. Sulit fokus karena mata lelah bisa membuat pekerjaan jadi lambat atau tidak optimal. Meskipun mata lelah sendiri tidak merusak mata secara permanen, namun kondisi ini bisa membuat gangguan yang sudah ada semakin memburuk. Seperti miopia (rabun jauh), silinder, atau presbiopia (mata tua). Kesimpulannya, mata lelah tidak boleh diabaikan, terutama jika sering terjadi. Penanganan sederhana seperti istirahat, senam mata, dan gaya hidup sehat bisa mencegah efek jangka panjang. Jika gejalanya menetap atau makin parah, sebaiknya periksa ke dokter mata.