National Hospital
NH Scope

NH Scope

Revolusi Bedah Minimal Invasif di National Hospital

NHScope merupakan pusat layanan Minimally Invasive Surgery di National Hospital yang menghadirkan pendekatan bedah modern dengan teknologi laparoskopi, endoskopi, arthroskopi, dan endoscopic surgery untuk berbagai bidang spesialisasi. Didukung oleh tim dokter multidisiplin yang berpengalaman, fasilitas modern, serta teknologi berstandar internasional, NHScope berkomitmen memberikan tindakan bedah yang lebih presisi, aman, dan nyaman bagi pasien.

Melalui pendekatan minimal invasif, tindakan operasi dilakukan menggunakan sayatan yang lebih kecil dibandingkan operasi konvensional, sehingga membantu mengurangi trauma jaringan, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, risiko perdarahan lebih kecil, serta mempercepat proses pemulihan pasien. Dengan visualisasi yang lebih jelas melalui kamera dan teleskop berteknologi tinggi, dokter dapat melakukan tindakan dengan akurasi dan presisi yang optimal.

NHScope menghadirkan layanan komprehensif mulai dari diagnosis, tindakan intervensi, hingga prosedur bedah kompleks dengan pendekatan minimally invasive surgery yang berfokus pada keselamatan pasien dan optimal recovery.


Keunggulan NHScope

  • Tim dokter multidisiplin berpengalaman
  • Teknologi bedah minimal invasif modern
  • Didukung peralatan berstandar internasional
  • Sayatan lebih kecil dan nyeri lebih minimal
  • Masa rawat inap dan pemulihan lebih singkat
  • Pendekatan evidence-based dan patient-centered care
  • Penanganan komprehensif dari kasus sederhana hingga kompleks


Layanan NHScope

Bedah Digestif

  • Laparoskopi Digestif
  • Laparoskopi Hernia
  • Laparoskopi Appendix
  • Laparoskopi Kolesistektomi
  • Laparoskopi Bariatrik
  • Laparoskopi Colorectal Surgery
  • Laparoskopi Reseksi Hepar & Pankreas


Urologi

  • Endosurgery Prostat
  • Cystoscopy
  • Laser Lithotripsy Batu Ginjal
  • Pemasangan DJ Stent
  • Endourology & Minimal Invasive Urology Surgery


Obstetri & Ginekologi

  • Laparoskopi Kista Ovarium
  • Laparoskopi Mioma Uteri
  • Laparoskopi Histerektomi
  • Penanganan Endometriosis
  • Histeroskopi Operatif
  • Minimal Invasive Gynecology Surgery


Orthopaedic & Traumatology

  • Arthroscopy Shoulder, Elbow, & Wrist
  • Hip & Knee Arthroscopy
  • ACL Reconstruction
  • Total Knee Replacement dengan metode ERAS
  • Endoscopic Spine Surgery
  • PELD, PSLD, PECD
  • BESS / UBE


THT (Rhinology & Endoscopic Surgery)

  • Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS)
  • Septoplasty Endoscopic
  • Turbinoplasty Endoscopic
  • Sinonasal Tumor Surgery
  • Endoscopic Rhinology Surgery


NHScope didukung oleh dokter-dokter dengan pengalaman klinis luas, berbagai fellowship internasional, serta pengalaman ribuan kasus minimally invasive surgery di bidang masing-masing. Dengan kombinasi teknologi modern, teknik presisi, dan pendekatan multidisiplin, NHScope menghadirkan standar baru layanan bedah modern di National Hospital.

Fokus kami bukan hanya keberhasilan operasi, tetapi juga kenyamanan pasien, pemulihan yang lebih cepat, dan kualitas hidup yang lebih baik melalui layanan minimally invasive surgery yang aman, modern, dan terpercaya.


Unduh booklet lengkap NHScope di sini.

Revolusi Bedah Minimal Invasif di National Hospital

NHScope merupakan pusat layanan Minimally Invasive Surgery di National Hospital yang menghadirkan pendekatan bedah modern dengan teknologi laparoskopi, endoskopi, arthroskopi, dan endoscopic surgery untuk berbagai bidang spesialisasi. Didukung oleh tim dokter multidisiplin yang ...

Lihat Lebih Banyak

Layanan Bedah Disgestif

Layanan Bedah Digestif Laparoskopi

1. Laparoskopi Diagnostik

Laparoskopi diagnostik adalah prosedur yang membuat dokter dapat secara langsung mengamati bagian dalam perut atau panggul untuk menjalankan diagnosis. Prosedur ini berlangsung di rumah sakit dengan anestesi umum sehingga pasien tidak merasakan sakit.

2. Laparoskopi Hernia

Laparoskopi hernia adalah prosedur bedah minimal invasif untuk memperbaiki hernia dengan menggunakan sayatan kecil dan kamera khusus (laparoskop). Prosedur ini memungkinkan ahli bedah untuk melihat dan memperbaiki hernia dengan lebih presisi melalui sayatan yang lebih kecil dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional, sehingga pemulihan pasien cenderung lebih cepat dan minim rasa sakit.

3. Laparoskopi Appendix

Laparoskopi appendektomi adalah operasi minimal invasif untuk mengangkat usus buntu yang meradang dengan menggunakan sayatan kecil pada perut. Prosedur ini melibatkan kamera kecil (laparoskop) dan alat bedah khusus yang dimasukkan melalui sayatan tersebut untuk melihat organ melalui monitor dan mengangkat apendiks. Teknik ini menawarkan keuntungan seperti rasa sakit yang lebih ringan, penyembuhan yang lebih cepat, bekas luka yang lebih

kecil, dan waktu pemulihan yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka konvensional.

4. Laparoskopi kolesistektomi

Kolesistektomi laparoskopi adalah prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat kantong empedu menggunakan teknik laparoskopi, yang melibatkan beberapa sayatan kecil di perut tempat dokter memasukkan laparoskop (alat dengan kamera) dan instrumen khusus untuk melihat serta mengangkat kantong empedu. Keunggulan teknik ini antara lain masa pemulihan yang lebih cepat, nyeri lebih ringan, dan rawat inap yang lebih singkat dibandingkan operasi terbuka.

5. Laparoskopi Reseksi Hepar

Laparoskopi reseksi hepar adalah prosedur pembedahan invasif minimal untuk mengangkat sebagian atau seluruh hati (disebut juga hepatektomi) menggunakan sayatan kecil, bukan sayatan besar seperti operasi terbuka. Prosedur ini dilakukan untuk mengobati kondisi serius pada hati, terutama kanker hati, kista, atau tumor jinak, dengan keuntungan berupa pemulihan pasien yang lebih cepat dan bekas luka yang lebih kecil.

6. Laparoskopi Bariatrik

Laparoskopi bariatrik adalah suatu jenis operasi penurunan berat badan (bedah bariatrik) yang dilakukan dengan teknik laparoskopi. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan kamera mini untuk meminimalkan luka, mempercepat pemulihan, dan mengurangi risiko komplikasi dibandingkan operasi terbuka. Tujuannya adalah untuk mengurangi ukuran lambung atau mengubah sistem pencernaan agar pasien cepat kenyang dan mengonsumsi lebih sedikit makanan, sehingga membantu menurunkan berat badan pada penderita obesitas berat.

7. Laparoskopi Colorectal Resection/Surgery

Laparoskopi reseksi kolorektal adalah prosedur bedah minimal invasif untuk mengangkat bagian usus besar atau rektum yang sakit atau rusak, seperti pada kasus kanker, divertikulitis, atau penyumbatan. Dengan teknik ini, dokter membuat beberapa sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat bedah dan kamera kecil, sehingga memungkinkan operasi dengan bantuan panduan gambar dari kamera, berbeda dengan sayatan besar pada bedah terbuka.

8. Laparoskopi kardiomiotomi untuk akalasia

Miotomi Heller laparoskopi untuk akalasia adalah prosedur bedah minimal invasif yang digunakan untuk mengobati akalasia ,suatu kondisi di mana sfingter esofagus bagian bawah gagal berelaksasi dengan baik, sehingga menyebabkan kesulitan menelan dan regurgitasi makanan.

9. Laparoskopi Gastrektomi

Laparoskopi gastrektomi (Laparoscopic Sleeve Gastrectomy/ LSG) adalah prosedur pembedahan minimal invasif untuk menurunkan berat badan yang mengangkat sebagian besar lambung (sekitar 75%), mengubahnya menjadi bentuk tabung ramping dengan menggunakan sayatan-sayatan kecil di perut melalui alat khusus bernama laparoskop, sehingga mengurangi kapasitas makan dan produksi hormon lapar (ghrelin)

10. Laparoskopi Pankreas

Laparoskopi reseksi pankreas adalah prosedur pembedahan minimal invasif untuk mengangkat bagian pankreas (seperti tumor jinak atau ganas) menggunakan alat laparoskop yang dimasukkan melalui sayatan kecil, berbeda dengan bedah terbuka yang membutuhkan sayatan besar. Metode ini memungkinkan dokter untuk melakukan operasi dengan visibilitas yang baik pada organ pankreas dan organ di sekitarnya melalui monitor, sehingga pemulihan pasien bisa lebih cepat.

11. Laparoskopi Adhesiolisis (Perlekatan Usus)

Laparoskopi adhesiolisis adalah prosedur operasi minimal invasif (lubang kunci) yang menggunakan laparoskop untuk memisahkan perlengketan (adhesi) antar usus atau antara usus dan organ lain di perut, dengan tujuan mengatasi masalah seperti sumbatan usus, nyeri, atau komplikasi lainnya, serta menawarkan keunggulan berupa sayatan kecil, nyeri pasca operasi yang lebih ringan, dan masa pemulihan yang lebih cepat dibandingkan bedah terbuka.

Lihat Lebih Banyak

Urologi

1. Endosurgery prostat

Endosurgery prostat adalah tindakan bedah minimal invasif untuk mengatasi pembesaran prostat, baik karena kondisi jinak

(Benign Prostatic Hyperplasia/BPH) maupun kanker. Prosedur ini dilakukan dengan memasukkan instrumen khusus melalui saluran kemih (uretra), sehingga tidak memerlukan sayatan bedah besar

2.Pemasangan Stent

Pemasangan stent urologi adalah prosedur oleh dokter spesialis urologi untuk menempatkan selang kecil berbentuk J (disebut DJ stent) di dalam ureter, yaitu saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih, untuk memastikan aliran urine tetap lancar dan mencegah penyumbatan setelah tindakan operasi atau karena masalah lain seperti batu ginjal, penyempitan ureter, atau komplikasi pasca operasi.

3.Cystoscopy

Sistoskopi adalah prosedur medis menggunakan sistoskop (tabung tipis berlampu dan berkamera) untuk melihat bagian dalam uretra dan kandung kemih guna mendiagnosis, memantau, dan mengobati masalah saluran kemih, seperti infeksi, penyumbatan, atau kanker.

4.Litotripsi / batu ginjal

Litotripsi batu ginjal adalah berbagai metode non-bedah untuk memecah batu ginjal menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat dikeluarkan bersama urine, yang paling umum adalah Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) yang

menggunakan gelombang kejut dari luar tubuh dan Laser Lithotripsy dengan menggunakan metode laser

Lihat Lebih Banyak

Ginekologi

1.Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di dalam atau di permukaan ovarium (indung telur). Sebagian besar kista ovarium tidak berbahaya (jinak) dan tidak menimbulkan gejala, serta dapat hilang dengan sendirinya. Namun,

beberapa jenis kista bisa membesar, menyebabkan nyeri, atau bahkan menimbulkan komplikasi serius seperti torsi ovarium (putaran ovarium) atau pecah kista.

2.Mioma Uteri

Mioma uteri, atau juga disebut fibroid rahim atau leiomioma, adalah tumor jinak yang tumbuh di rahim wanita dan jarang bersifat kanker. Penyakit ini sering tidak menimbulkan gejala, namun saat membesar dapat menyebabkan perdarahan menstruasi berat, nyeri panggul, gangguan berkemih, konstipasi, nyeri punggung, dan masalah kesuburan. Diagnosisnya

melalui pemeriksaan dan USG, sedangkan penanganannya bervariasi dari observasi hingga pembedahan, tergantung gejala dan keinginan untuk hamil.

3.Histerektomi / Angkat Rahim

Histerektomi laparoskopi adalah prosedur minimal invasif untuk mengangkat rahim melalaui beberapa sayatan kecil di perut, menggunakan laparoskop (tabung tipis dengan kamera) untuk memandu instrumen. Prosedur ini seringkali memiliki masa pemulihan yang lebih cepat dan rasa sakit yang lebih sedikit dibandingkan histerektomi tradisional melalui sayatan besar di

perut, dan dapat dilakukan sebagai alternatif untuk kondisi seperti fibroid rahim, endometriosis, atau kanker ginekologi.

4.Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi medis ketika jaringan yang seharusnya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) tumbuh di luar rahim. Jaringan ini bisa tumbuh di berbagai organ seperti ovarium, tuba falopi, usus, atau bahkan dinding perut. Pertumbuhan jaringan endometrium di luar rahim ini bisa menyebabkan berbagai masalah, termasuk nyeri hebat saat

menstruasi, nyeri panggul, dan masalah kesuburan

5.Adenomiosis

Adenomiosis adalah kondisi ginekologis di mana jaringan yang melapisi bagian dalam rahim, yaitu endometrium, tumbuh ke dalam dinding otot rahim (miometrium). Pertumbuhan jaringan ini dapat menyebabkan rahim membesar dan membesar serta mengakibatkan gejala seperti nyeri haid yang parah, perdarahan menstruasi yang berat dan berkepanjangan, serta nyeri panggul dan perut kronis. Kondisi ini umumnya dialami wanita usia 40-50 tahun.

6.Polip endometrium

Polip endometrium adalah pertumbuhan jaringan jinak (non-kanker) yang berlebihan di lapisan dalam rahim (endometrium), yang dapat menonjol ke dalam rongga rahim. Ukurannya bervariasi dari sekecil biji wijen hingga sebesar bola golf atau

lebih besar. Meskipun umumnya jinak, polip ini dapat menyebabkan gejala seperti menstruasi tidak teratur, perdarahan hebat, atau gangguan kesuburan

7.Kehamilan Ektopik

Kehamilan ektopik adalah kondisi darurat medis ketika sel telur yang telah dibuahi tumbuh di luar rahim, paling sering di tuba falopi (saluran indung telur), tetapi juga bisa di ovarium, serviks, atau rongga perut. Janin tidak dapat bertahan hidup di

luar rahim, dan kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan hebat serta mengancam jiwa ibu jika tidak ditangani segera. Diagnosis biasanya melalui USG dan tes darah, dan perawatan dapat berupa obat-obatan atau pembedahan,

tergantung pada tingkat keparahan kondisi.

8.Histeroskopi operatif

Histeroskopi operatif adalah prosedur lanjutan dari histeroskopi diagnostik yang memungkinkan pengangkatan kelainan pada rongga rahim secara bersamaan, seperti mengangkat polip, fibroid, ablasi endometrium, atau adhesi/perlengketan, untuk mengatasi masalah seperti perdarahan abnormal, infertilitas, atau keguguran berulang. Dokter menggunakan

instrumen bedah kecil yang dimasukkan melalui histeroskop (selang tipis dengan kamera) untuk

melakukan tindakan korektif

langsung saat kondisi kelainan

terdeteksi.

Lihat Lebih Banyak

Ortopedi

Layanan ortopedi kami berfokus pada diagnosis, pengobatan, dan rehabilitasi gangguan sistem muskuloskeletal, dengan spesialisasi pada:

  • Shoulder (Bahu) – Penanganan cedera rotator cuff, frozen shoulder, dislokasi, hingga nyeri akibat overuse atau cedera olahraga.
  • Elbow (Siku) – Mengatasi tennis elbow, golfer’s elbow, cedera ligamen, dan gangguan sendi siku lainnya.
  • Wrist (Pergelangan Tangan) – Penanganan carpal tunnel syndrome, patah tulang, cedera ligamen, dan gangguan fungsi tangan.
  • Hip & Knee (Panggul & Lutut) – Penanganan osteoarthritis, cedera ligamen (ACL/PCL), cedera meniskus, hingga tindakan artroskopi dan penggantian sendi.
  • Spine (Tulang Belakang) – Penanganan nyeri punggung dan leher, saraf terjepit (HNP), skoliosis, serta gangguan degeneratif tulang belakang.

Dengan pendekatan komprehensif yang mengutamakan terapi konservatif maupun tindakan bedah minimal invasif bila diperlukan, tim ortopedi kami berkomitmen membantu pasien kembali aktif, bebas nyeri, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.

Lihat Lebih Banyak

THT

1. Functional endoscopic sinus surgery (FESS)

Functional endoscopic sinus surgery (FESS) adalah prosedur bedah minimal invasif yang menggunakan alat endoskopi

(tabung tipis berkamera) untuk membersihkan dan membuka kembali saluran sinus yang tersumbat, seperti pada kasus

sinusitis kronis atau polip hidung. Tujuannya adalah memulihkan fungsi normal sinus, memperbaiki aliran udara dan lendir, serta menjaga fungsi sinus agar tetap sehat tanpa menimbulkan sayatan besar atau kerusakan jaringan di sekitarnya.

2. Endoscopic medial maxillectomy/modified Denker

Endoscopic medial maxillectomy atau modified Denker's approach adalah tindakan operasi endoskopi yang digunakan untuk menangani patologi pada sinus maksilaris dan dinding depannya, seperti tumor jinak. Prosedur ini bertujuan untuk mengangkat jaringan abnormal, mengurangi morbiditas (kerusakan jaringan) yang sering terjadi pada operasi terbuka, serta meminimalkan kekambuhan tumor.

3. Endoscopic lateral transpterygoid approach

Pendekatan lateral transpterigoid endoskopik adalah teknik bedah invasif minimal yang memungkinkan dokter bedah saraf atau THT untuk mengakses area yang sulit dijangkau di dasar tengkorak. Prosedur ini menggunakan endoskop, yaitu tabung tipis yang dilengkapi kamera, yang dimasukkan melalui hidung.

4. Endoscopic prelacrimal recess approach

Pendekatan pra-lakrimal endoskopik (endoscopic prelacrimal recess approach) adalah sebuah teknik bedah endoskopi yang digunakan untuk mengakses sinus maksilaris dengan membuat koridor melalui resesus pra-lakrimal, yang merupakan area cekung antara apertura piriformis dan duktus nasolakrimal. Teknik ini merupakan variasi dari bedah maksilektomi

medial endoskopik dan memungkinkan tindakan seperti pengangkatan benda asing,terutama di area sinus maksilaris.

5. Endoscopic sinonasal tumor surgery

Endoscopic sinonasal tumor surgery adalah prosedur minimal invasif yang menggunakan endoskop (teropong kecil) untuk mendiagnosis dan mengangkat tumor pada rongga hidung dan sinus tanpa memerlukan sayatan eksternal. Prosedur ini

merupakan jenis dari bedah endoskopi yang bertujuan untuk membersihkan saluran sinus dan mengangkat tumor, yang dilakukan dengan anestesi umum.

6. Endoscopic CSF leak repair

Endoscopic CSF leak repair adalah prosedur bedah minim invasif untuk memperbaiki kebocoran cairan serebrospinal (CSF), yaitu cairan yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Cairan ini dapat bocor melalui lubang pada dasar

tengkorak akibat cedera, cacat bawaan, atau kondisi lainnya.

7. Endoscopic orbital decompression

Endoscopic orbital decompression adalah prosedur bedah untuk memperluas rongga mata dengan menghilangkan bagian dinding tulang tengah dan bawah yang mengelilingi mata, memungkinkan jaringan bengkak untuk bergerak ke dalam sinus dan mengurangi tampilan mata menonjol, sehingga meringankan tekanan saraf optik dan memperbaiki penglihatan. Prosedur ini dilakukan melalui hidung menggunakan endoskop dan instrumen kecil.

Lihat Lebih Banyak