The New National Hospital

"Awake"

Akuisisi kepemilikan saham menjadi satu hal besar yang terjadi di National Hospital Surabaya jelang pergantian tahun. Sebelumnya, saham PT. Surabaya Jasa Medika selaku pemilik National Hospital dimiliki patungan, 50 persen dimiliki PT. Istana Mobil Surabaya Indah (IMSI) dan 50 persen milik PT. Grande Famili View yang merupakan anak usaha PT. Intiland Tbk. Kini, saham Intiland diakuisisi penuh oleh PT. IMSI/Honda Surabaya Center selaku pemilik tunggal.

TIM KAMI YANG BERPENGALAMAN

Tim Dokter Kami yang Berdedikasi

Committed To Provide Excellence Healthcare Services

Get Your Call: +62(31) 2975 777

Berita Kami

Berita Terbaru

The New Normal: Ajak Lansia Senam Secara Virtual
Kondisi pandemi covid-19 ini, bukanlah sebuah alasan untuk berdiam diri. Tetap beraktivitas adalah salah satu kunci untuk senantiasa menjaga kondisi badan kita agar tetap sehat dan bugar salah satunya...
BACA SELENGKAPNYA
Bawa Misi Bidang Ekonomi dan Kesehatan, Perwakilan Delegasi Kerajaan Belanda Kunjungi National Hospital
Indonesia mendapat kehormatan menerima kunjungan kenegaraan dari Pemerintah Kerajaan Belanda. Rombongan delegasi ini dipimpin langsung oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima dan merupakan tradisi kunjungan kenegaraan Pemerintah Kerajaan Belanda...
BACA SELENGKAPNYA
National Hospital, Senam Emas Bersama Golden Age Community
Surabaya – National Hospital Surabaya mengajak kalangan lanjut usia (lansia) untuk tetap bugar dan hidup berkualitas dengan menggelar senam usia emas dengan tema senam Osteoporosis, serta mengadakan health talk dengan...
BACA SELENGKAPNYA
Tangani Ribuan Pasien Bedah Saraf dari Dalam dan Luar Negeri
Jawapos Sabtu, 8 Februari 2020 (halaman 16) PADA 2017, Lina Hariani mengeluhkan penglihatannya yang mulai kabur. Berdasar hasil pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI), saraf mata Lina tergencet tumor otak sekitar 4 cm. Tim Bedah Saraf National Hospital Surabaya mengangkat tumor melalui operasi bedah mikro dengan teknik keyhole surgery. Tumor diangkat melalui lubang kecil di alis sebelah kanan. Lebar sayatan hanya 1–2 cm. Sehari setelah operasi, pandangan pasien sudah normal dan diperbolehkan pulang. Teknik yang diciptakan ahli bedah saraf Jerman, Axel Pernecsky, pada 1999 itu sudah diterapkan di Kortex Indonesia yang berpusat di National Hospital sejak 15 tahun lalu. Dokter spesialis bedah saraf National Hospital Agus C. Anab Sp BS mempelajari langsung metode keyhole surgery dari Pernecsky di Jerman. Menurut dokter spesialis bedah saraf National Hospital M. Sofyanto Sp BS, National Hospital khususnya telah menangani 42 ribu pasien dari berbagai penjuru dunia. Di antaranya, dari Singapura, Malaysia, Tiongkok, Amerika Serikat...
BACA SELENGKAPNYA
National Hospital, Proyeksikan Jasa Bedah Jantung
Mataberitacom – RS. National Hospital Surabaya merencanakan membuka fasilitas kesehatan berupa jasa bedah jantung demi menunjang penanganan salah satu penyebab kematian di Indonesia. Jantung  merupakan organ paling vital di...
BACA SELENGKAPNYA