Kanker Tak Lagi Identik dengan Lansia, National Hospital Dorong Anak Muda Kenali Gejala Sejak Dini

Kanker selama ini sering dianggap sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok usia lanjut. Namun, tren global menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak lagi sepenuhnya benar. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah jenis kanker semakin banyak ditemukan pada remaja dan dewasa muda.

Kondisi ini tentu menjadi perhatian karena banyak pasien baru menyadari penyakitnya saat sudah berada pada stadium lanjut akibat mengabaikan gejala awal. Berangkat dari hal ini, National Hospital menggelar Health Talk bertajuk "Cancer in Young People: Recognize Early, Protect the Future".

Dalam acara tersebut, dokter spesialis Penyakit Dalam National Hospital, dr. Jusak Renatan, Sp.PD menjelaskan bahwa kanker dapat terjadi pada siapa saja, termasuk kelompok usia produktif. Remaja berusia 10–19 tahun dan dewasa muda berusia 20–39 tahun tetap memiliki risiko mengalami berbagai jenis kanker, meskipun secara umum angka kejadiannya lebih rendah dibandingkan kelompok usia lanjut.

"Saat ini kita melihat adanya peningkatan diagnosis beberapa jenis kanker pada usia yang lebih muda. Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa usia muda bukan berarti bebas dari risiko kanker. Mengenali gejala sejak dini sangat penting agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan memberikan hasil yang lebih baik," ujar dr. Jusak Renatan, Sp.PD.

Menurut dr. Jusak, terdapat beberapa jenis kanker yang relatif lebih sering ditemukan pada kelompok usia muda, di antaranya kanker payudara, kanker serviks, kanker testis, limfoma, leukemia, kanker tiroid, kanker kolorektal, hingga melanoma. Jenis kanker yang muncul dapat berbeda-beda tergantung usia, jenis kelamin, serta faktor geografis.

Risiko terjadinya kanker dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sebagian merupakan faktor yang tidak dapat diubah, seperti riwayat kanker dalam keluarga, mutasi genetik, dan kondisi bawaan tertentu. Namun, banyak faktor risiko lain yang sebenarnya dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.

"Sebagian besar faktor risiko kanker berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Merokok, konsumsi alkohol, obesitas, kurang aktivitas fisik, pola makan yang tidak sehat, paparan sinar ultraviolet berlebihan, hingga infeksi tertentu seperti HPV dan Hepatitis B merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker," jelasnya.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan kanker adalah banyaknya gejala awal yang dianggap sepele. Padahal, beberapa tanda dapat menjadi sinyal perlunya pemeriksaan lebih lanjut. Adapun gejala yang perlu diwaspadai antara lain penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, perubahan kebiasaan buang air besar atau buang air kecil, kelelahan berkepanjangan, nyeri yang menetap, munculnya benjolan atau pembengkakan, batuk kronis atau sesak napas, perdarahan yang tidak biasa, serta perubahan pada tahi lalat atau lesi kulit.

Menurut dr. Jusak, salah satu pesan terpenting yang perlu dipahami masyarakat adalah bahwa kanker tidak selalu memberikan gejala pada tahap awal. Oleh karena itu, kesadaran untuk mengenali perubahan pada tubuh dan segera mencari pertolongan medis menjadi kunci dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan.

"Kanker bukan hanya penyakit usia lanjut. Semakin cepat dikenali, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan. Jangan abaikan gejala yang menetap, terapkan pola hidup sehat, dan lakukan pemeriksaan sejak dini bila terdapat faktor risiko atau keluhan yang mengkhawatirkan," tutup dr. Jusak Renatan.

Selain menerapkan gaya hidup sehat dengan pola makan sehat, menjaga berat badan ideal dan rutin olahraga, vaksinasi juga menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan kanker. Vaksin HPV terbukti membantu mencegah kanker serviks dan kanker anus, sedangkan vaksin Hepatitis B dapat mencegah infeksi hepatitis B kronis yang berisiko berkembang menjadi kanker hati.

National Hospital mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan, terutama pada usia produktif yang sering kali merasa masih sehat sehingga mengabaikan pemeriksaan rutin. Dengan dukungan tim dokter spesialis berpengalaman serta fasilitas diagnostik yang komprehensif, National Hospital menyediakan layanan konsultasi, skrining, diagnosis, hingga penanganan kanker secara menyeluruh sesuai kebutuhan setiap pasien.

Tim Dokter - Kanker Tak Lagi Identik dengan Lansia, National Hospital Dorong Anak Muda Kenali Gejala Sejak Dini